Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sisa makanan jadi salah satu sumber limbah yang sangat mencemari lingkungan. Bukan hanya itu, makanan yang terbuang percuma juga membuat energi jadi lebih boros.
Sebelum makanan terhidang di meja, tentunya ada proses panjang. Mulai dari bahan makanan ditanam, dipanen, didistribusikan, hingga diolah. Membuang makanan seperti membuang energi secara sia-sia.
Untuk itu sebisa mungkin sediakanlah makanan dengan porsi pas agar tak terbuang percuma. Bagaimana caranya? Terapkan saja langkah ini.
Lakukan perencanaan
Buatlah rencana menu selama satu minggu. Mulai dari makanan utama, lauk dan camilan. Minta juga pendapat anggota keluarga di rumah, hidangan apa yang ingin mereka makan.
Dengan membuat perencanaan menu, akan mempermudah kita saat berbelanja. Usahakan untuk belanja bahan berdasarkan perencanaan menu.
Atur porsi
Untuk di rumah, sebaiknya sediakan piring ukuran kecil atau sedang. Jangan yang terlalu besar. Jika memang kurang, tinggal menambah makanan. Bila menggunakan piring besar, kita cenderung mengambil dalam porsi banyak dan belum tentu dihabiskan.

Olah sisa bahan masakan
Sisa sayuran, daging, ikan yang masih bisa dimakan, jangan dibuang begitu saja. Cobalah olah menjadi makanan lain seperti tumisan, omelet atau mungkin bakwan. Tak ada salahnya mencari resep-resep baru.
Periksa temperatur kulkas
Selalu periksa temperatur kulkas dan pastikan suhu dalam keadaan stabil. Jika suhu terlalu rendah, biasanya bahan pangan yang ada di dalamnya jadi cepat busuk. Akhirnya bahan makanan tersebut jadi terbuang begitu saja.
Sumber: Todays Parent
Dream - Makanan sehat kini jadi pilihan banyak orang. Kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin tinggi.
Penting diketahui, dalam memilih makanan sehat bukan hanya beradarkan bahan-bahannya saja, tapi juga cara pengolahannya.

Ada beberapa cara memasak yang sebenarnya tak terlalu sehat, tapi seringkali tak disadari. Memang, rasa makanan jadi lebih nikmat dengan cara memasak ini.
Demi mewujudkan gaya hidup lebih sehat, sebaiknya pelan-pelan dikurangi. Apa saja cara masak yang sebaiknya dikurangi? Yuk, cari tahu Sahabat Dream.
Daging mentah dan kurang matang berisiko bagi kesehatan, tetapi daging matang juga bisa beracun. Memasak makanan pada suhu yang sangat tinggi, bisa membuat daging hangus hingga kehitaman.

Penelitian menunjukkan, cara memasak dengan membakar memproduksi zat kimia dan yang mungkin terkait dengan kanker. Amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) adalah dua bahan kimia yang terbentuk ketika daging dimasak dengan metode suhu tinggi. Seperti memanggang atau menggoreng wajan.
Zat kimia ini dapat menyebabkan perubahan pada DNA yang dapat meningkatkan risiko kanker. HCA terbentuk ketika asam amino dan kreatin (zat yang ditemukan dalam daging dan otot) bereaksi terhadap suhu tinggi.
Deep Fried merupakan teknik memasakan dengan banyak minyak dan super panas. Biasanya untuk menggoreng kentang dan ayam tepung yang garing. Bahaya memasak ini bukan hanya tentang tambahan kalori yang digoreng untuk makanan.

Cara masak ini juga bisa memicu munculnya zat kimia berbahaya. Zat kimia ini terbentuk ketika makanan diolah dengan digoreng dalam minyak yang panas dan banyak.
Zat tersebut adalah acrylamie. Menurut American Cancer Society, acrylamide muncul karena pengolahan makanan dengan digoreng.
Minyak zaitun extra-virgin adalah bahan penting untuk mengolah makanan sehat pokok dapur utama. Pemanasan minyak zaitun tidak membuatnya beracun, tetapi itu tidak berlaku untuk minyak biasa lainnya.
Minyak yang tinggi lemak tak jenuh ganda (seperti minyak jagung, bunga matahari, dan minyak kedelai) cenderung rusak dan menghasilkan senyawa yang berpotensi berbahaya pada panas tinggi.

Senyawa ini termasuk peroksida lipid, yang dapat menghancurkan sel-sel sehat, dan akrolein dan aldehida, yang telah terbukti meningkatkan risiko beberapa kanker.
Efek toksik ini adalah akibat dari penguraian dan pengoksidasi minyak selama suhu tinggi, seperti saat menggoreng atau menumis. Minyak zaitun justru lebih stabil pada suhu tinggi. Jadi, pastikan mengolah minyak yang digunakan dengan tepat.
Sumber: Martha Stewart