Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian besar masakan, dianjurkan untuk segera dihabiskan setelah dimasak dan dihidangkan. Aromanya masih menyeruak, rasanya masih segar, terutama olahan sayuran.
Namun ada juga masakan yang justru jika didiamkan dan disimpan lama dengan tepat, rasanya bakal makin nikmat.
Sebut saja rendang, asinan, kari, dan sayur lodeh. Makanan tersebut justru makin nikmat rasanya jika dimakan keesokan harinya setelah dimasak.
Suatu proses kimia terjadi ketika menyimpan makanan di dalam lemari es dan memanaskannya kembali keesokan paginya.

Reaksi kimia ini terus berlangsung yang menghasilkan lebih banyak molekul rasa baru.
Rasa makanan pun jadi makin kaya. Beberapa peningkatan rasa dapat terjadi karena pemecahan protein menjadi asam amino seperti glutamat dan nukleotida kecil yang berinteraksi untuk menghasilkan molekul rasa baru.

Ilmuwan makanan menyebut ini sebagai reaksi Maillard yang terjadi ketika sisa makanan dipanaskan.
Ada rahasia di balik nikmatnya makanan yang disimpan semalaman. Tidak semua makanan terasa luar biasa jika didiamkan. Beberapa makanan bisa langsung dimakan, tapi ada juga yang membutuhkan perlakuan khusus.

Seperti pada tumisan ayam kecap, sebaiknya ditambahkan sedikit air saat dihangatkan. Lalu pada masakan kari, perlu ditambahkan sedikit perasan jeruk nipis agar lebih segar.
Begitu juga pasta yang telah disiram saus. Baik spageti, lasagna, angel hair atau linguini.

Jika ada sisa, jangan langsung membuangnya. Simpan saja dalam kulkas semalaman. Suhu dingin akan membuat pasta menyerap saus lebih optimal sehingga rasa pasta jadi lebih gurih.
Demi mendapatkan rasa optimal, disarankan untuk menghangatkan makanan di atas kompor. Lakukan juga koreksi rasa, bisa menambahkan gula, garam, air atau bumbu lain, baru kemudian disajikan.

Rasa makanan cenderung lebih nikmat jika dihangatkan di kompor daripada di microwave. Tapi jika hanya memiliki sedikit waktu dan ingin lebih praktis, hangatkan makanan di microwave memang pilihan tepat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya