Fakta Baru Tren Konsumsi Kopi Orang Indonesia dan Takaran Idealnya

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 20 September 2019 18:50
Fakta Baru Tren Konsumsi Kopi Orang Indonesia dan Takaran Idealnya
Ikut tren boleh saja tapi jangan sampai kebablasan. Ada takaran yang pas lho untuk konsumsi kopi. Sudah tahu?

Dream - Indonesia tengah dilanda minuman kopi. Hampir sepanjang jalan kamu pasti melihat muncul kedai maupun kafe kopi dengan konsep unik untuk memanjakan tamunya.

Tren tersebut ternyata bukan isapan jempol belaka. Organisasi Kopi Internasional (ICO) dalam laporan terbarunya mengakui ada lonjakan konsumsi kopi di Tanah Air.

Masyarakat di Tanah Air diketahui menghabiskan 4,6 juta bungkus kopi pada tahun 2016. Dibandingkan posisi tahun 2000, konsumsi kopi tersebut meningkat 174 persen dari sebelumnya 1,68 juta bungkus.

Menjamurnya kedai kopi menyumbang peran besar pada peningkatkan konsumsi si minuman pahit ini lebih cepat. Tingkat konsumsi kopi arabika dan robusta dilaporkan meningkat sebanyak 8 persen per tahun.

Survey terbaru dari HonestDocs, platform informasi kesehatan jug amenangkap pola kebiasaan minum kopi masyarakat Indonesia. Survei dilakukan kepada 9.684 orang dengan porsi 35 persen pria dan 65 persen wanita. Responden berusia di antara 18-34 tahun.

Mengutip keterangan tertulis HonestDocs, hasil survei menunjukan 61 persen responden mengaku sebenarnya tidak suka minum kopi. Kategori ini didominasi responden pria. Sisanya 39 persen dari responden hanya menikmati segelas kopi sehari.

Temuan lain menunjukan wanita lebih sering mengonsumsi segela kopi per hari, atau 64,4 persen dari total responden. Sementara mayoritas responden pria menghabiskan 2-3 gelas sehari (21%).

Dilihat dari tempat tinggalnya, jumlah peminum kopi terbanyak berada di DKI Jakarta sebanyak 57 persen, Sumatera Barat (57%), dan Sulawesi Utara (51%).

Survei ini juga juga menemukan tren penikmat kopi perlahan-lahan mulai beralih. Saat ini kopi tak lagi identik dengan minuman orang dewasa. Sebanyak 23 persen remaja berusia 12-17 tahun mengaku sudah minum kopi.

Frekuensi konsumsi juga semakin meningkat seiring pertambahan usia. Sebanyak 23 responen berusia lanjut mengaku minum kopi setidaknya 11 gelas sehari.

1 dari 1 halaman

Takaran yang Pas Konsumsi Kopi

Meningkatkan tren konsumsi kopi tentu menjadi kabar baik bagi para petani atau pemilik kedai kopi. Namun seperti diketahui, konsumsi kopi juga bisa beredek negatif dalam jangka panjang.

Mengutip penelitian PLoS ONE tahun 2015, takaran ideal konsumsi kopi adalah 2-3 gelas per hari. Dengan takaran ideal ini, kandungan antioksidan pada kopi dapat bekerja secara optimal untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Tubuh akan terhindar dari risiko penyakit kardiovaskular, gangguan pencernaan, serta kematian dini.

Bahkan, menurut penelitian tersebut, takaran 2-3 gelas atau setara dengan 170-375 mg kafein per hari bisa menurunkan resiko disfungsi erektil.

“ Banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami efek kopi terhadap tubuh. Dengan takaran yang pas, kopi memang dapat menjaga kesehatan, namun kopi yang dimaksud adalah kopi hitam murni yang pekat - bukan olahan kopi yang sudah ditambahkan gula, krim, pemanis buatan, dan sebagainya,” ungkap tim medis HonestDocs.

“ Dengan penelitian ini, kami tim HonestDocs berupaya meningkatkan kesadaran tentang takaran konsumsi kopi yang ideal untuk tubuh, supaya masyarakat bisa mengurangi konsumsi yang berlebihan.”

Beri Komentar