Garam Bambu Korea 'Berkasta' Tinggi, Proses Membuatnya Sangat Rumit

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 12 April 2022 08:48
Garam Bambu Korea 'Berkasta' Tinggi, Proses Membuatnya Sangat Rumit
Dipercaya kadungan mineralnya paling murni dibanding garam lainnya yang ada di dunia.

Dream - Garam termasuk bumbu dapur yang wajib ada di dapur. Memiliki cita rasa asin, bisa membuat makanan jadi lebih sedap karena bersifat mengikat rasa. Hharga garam termasuk sangat terjangkau dan bisa dibeli di mana pun.

Pernahkah Sahabat Dream membayangkan ada garam mewah yang harganya mencapai jutaan untuk ukuran 8,5 ons. Selama ini garam himalayan terkenal sebagai garam mahal. Warnanya yang merah muda dan dipercaya lebih kaya rasa dan bergizi membuat garam ini harganya jauh lebih mahal dari garam biasa.

Ternyata ada lagi garam yang lebih mahal, yaitu garam bambu Korea. Harganya US $100 atau Rp1,4 juta per botol (ukuran 8,5 ons/ 240g). Harga yang mahal ini karena proses membuatnya yang sangat rumit.

Membutuhkan 9 kali pemanggangan dalam silinder bambu. Garam ini dikenal dengan nama Amethyst Bamboo. Untuk membuatnya, garam yang berkualitas tinggi dimasukkan dalam bambu dan ditutup dengan tanah liat lalu dipanggang.

 

1 dari 4 halaman

Pemanggangan dilakukan 9 kali dalam tungku tradisional. Ini adalah proses kompleks yang membutuhkan waktu satu bulan penuh untuk menyelesaikannya. Setiap prosesnya dilakukan dengan hati-hati menggunakan tangan tanpa melibatkan sedikit pun. Tak heran kalau harganya selangit.

Garam bambu telah menjadi bagian dari budaya Korea selama ratusan tahun, tetapi untuk garam bambu panggang berasal dari abad ke-20. Sebelumnya, garam hanya dipanggang dalam bambu sebanyak dua atau tiga kali.

Garam bambu korea

Kemudian diketahui bahwa beberapa kali panggangan membantu memasukkan lebih banyak aroma dan rasa esensial bambu ke dalam garam dan juga menyaring lebih banyak kotoran, menjadikannya salah satu garam paling murni di planet ini.

Pembuatan Garam Bambu Amethyst dimulai dengan memotong batang bambu berusia 3 tahun menjadi silinder, membiarkan salah satu ujungnya tertutup, dan diisi dengan garam laut dari pantai barat Korea Selatan.

 

2 dari 4 halaman

Ujung lainnya kemudian ditutup dengan tanah liat jenis khusus. Silinder kemudian ditempatkan ke dalam wadah dan dipanggang di atas api kayu pinus, pada suhu mendekati titik leleh garam (800 derajat Celcius).

Saat bambu memanas, minyak keluar dari kayu dan diserap ke dalam garam, yang memberikan aroma kompleks serta diduga memiliki khasiat untuk meningkatkan kesehatan. Setelah 14-15 jam, bambu silinder menjadi abu, hanya menyisakan gumpalan garam, yang kemudian digiling dan dikemas dalam silinder bambu lagi. Secara keseluruhan, proses ini diulang delapan kali.

Proses pemanggangan kesembilan sedikit berbeda, karena garam sekarang dipanggang pada suhu sekitar 1.000 derajat Celcius, yang menyebabkan garam dan bambu meleleh sepenuhnya. Campuran tersebut kemudian ditiriskan ke dalam cetakan, dan dibiarkan memadat selama beberapa hari. Garam yang berbentuk seperti batu kemudian dipecah dengan tangan, dikemas dan dijual.

Tahap terakhir dari proses ini adalah yang paling sulit, karena satu kesalahan dapat mengakibatkan pemborosan kerja keras selama 30-50 hari. Garam Bambu Amethyst dikatakan sebagai garam panggang bambu paling murni di dunia.

Sumber: Oddity Central

3 dari 4 halaman

Melongok Museum Pengocok Lada Garam, Koleksinya Bernilai Tinggi

Dream - Pulau Siprus dikenal sebagai area eksotis yang dikeliling pantai indah. Para wisatawan yang datang biasanya menikmati pemandangan pantai dan juga berjemur. Ternyata di pulau ini ada museum unik.

Museum tersebut adalah Salt & Pepper Museum di Larnaca. Museum ini menyajikan lebih dari 20.000 pengocok bumbu unik yang merupakan koleksi pribadi Eitan Bar-On. Ia merupakan warga Israel yang mengoleksi wadah lada garam sejak 2014.

Salt and Pepper Museum

Salah satu koleksi di museum ini bahkan ada yang sudah berumur lebih dari tiga abad. Bentuk-bentuk pengocok bumbu yang dipamerkan pun sangat beragam. Mulai dari bentuk buah, karakter-karakter fiksi, hewan, kaki, dan masih banyak bentuk unik lainnya.

Di Museum Salt & Pepper, pengunjung juga bisa melihat secara langsung koleksi pengocok bumbu terbesar yang ada di dunia. Selain itu, ada juga pengocok bumbu yang nilainya mencapai hingga $17.000 atau Rp239 juta.

Museum ini buka setiap hari pada pukul 09.00 - 13.00 dan 14.00 - 17.00. Ingin datang berkunjung, Sahabat Dream?


Laporan: Silmi Safriyantini/ Sumber AtlasObscura

4 dari 4 halaman

Ras El Hanout, Rempah Eksotis dari Maroko

Dream - Maroko seperti juga Indonesia, merupakan negara penghasil rempah yang berkualitas dan mendunia. Salah satu racikan rempah Maroko yang sangat terkenal adalah Ras El Hanout.

Merupakan campuran rempah-rempah yang banyak, khas dan aromatik. Masakan Maroko terkenal dengan rasa dan aroma Ras El Hanout. Arti dari Ras el Hanout adalah " kepala toko" , yang menyiratkan bahwa campuran rempah-rempah ini adalah persembahan terbaik di toko rempah-rempah.

Ras El Hanout, Rempah Eksotis dari Maroko

Rempah ini biasa digunakan untuk mengolah hidangan domba. Campuran rempah untuk membuat Ras el Hanout sangat banyak, antara lain kapulaga, pala, adas manis, bunga pala, kayu manis, jahe, bubuk berbagai paprika, dan kunyit, dan total 30 hingga 50 bahan atau lebih dapat digunakan dalam jumlah yang bervariasi.

Rempah eksotis ini dibuat dengan menggiling bumbu utuh, akar kering, dan daun. Semuanya diolah dan digiling hingga halus. Setelah itu dicampur dengan komposisi tertentu. Ras el Hanout pun siap digunakan dan dipakai untuk berbagai masakan.

Salah satu menu andalan yang menggunakan Ras El Hanout adalah domba dan ayam panggang. Domba atau ayam yang sudah dicuci bersih, kemudian dilumuri minyak dan Ras El Hanout, didiamkan, baru setelah itu dipanggang.

Aroma dan rasanya akan sangat kaya, karena berlimpah rempah di dalamnya. Ingin mencicipi rempah khas Maroko?

 

Sumber: The Spruce

Beri Komentar