Indeks Bluechip Syariah Ambrol Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Oktober 2019 16:48
Indeks Bluechip Syariah Ambrol Jelang Pelantikan Presiden-Wapres
Tapi, IHSG dan rupiah justru menguat.

Dream - Indeks saham bluechips syariah ditutup melemah jelang libur akhir pekan lalu atau dua hari jelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Kondisi berbeda terjadi pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang bergerak menguat.

Laju ISSI mengikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah yang menguat tipis.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 18 Oktober 2019, ISSI naik tipis 0,123 poin (0,06%) ke level 189,499. Aksi beli investor membuat indeks ini terus menguat setelah dibuka di 189,431. ISSI sempat menembus level tertinggi di 189,959.

Penguatan ini tidak terjadi pada dua indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70.

Indeks JII merosot 1,590 poin (0,23%) ke level 681,656. Sementara indeks JII70 turun 0,085 poin (0,04%) ke 232,393.

Rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.09, mata uang dolar AS merosot 26 poin (0,18%) ke level Rp14.140.

1 dari 5 halaman

Sektor Barang Konsumsi Melorot

Dari sepuluh sektor pembentuk IHSG, indeks yang memimpin adalah industri aneka yang terangkat 1,23 persen, keuangan 1,11 persen, dan properti 0,99 persen.

Sebaliknya, sektor yang terkoreksi terdalam adalah barang konsumsi yang indeksnya melorot 2,81 persen, pertanian 1,91 persen, dan manufaktur 1,03 persen.

Emiten syariah yang bercokol di posisi top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya menguat Rp475, POLL Rp450, cPIN Rp400, MIKA Rp190, dan ERAA Rp185.

Di bidang top loser, UNVR menjadi `leader` emiten-emiten yang terkoreksi. Harga sahamnya amblas Rp1.625. Pelemahan saham ini disusul oleh MKPI senilai Rp650, AALI Rp425, ICBP Rp275, dan INTP Rp225.

2 dari 5 halaman

Sempat Terpeleset, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Dream - Indeks saham syariah berhasil bertahan di zona hijau meski sempat terpeleset di sesi perdagangan kedua. Sentimen laporan keuangan emiten dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi spekulatif. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 17 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,696 poin (0,37%) ke level 189,376.

ISSI memulai perdagangan dengan bergerak lemah di level 188,606 saat sesi pra-pembukaan. Laju ISSI juga masih belum perdana di sesi pembukaan saat melaju lemas di level 188,691.

Tanda-tanda aksi beli baru mulai terlihat semenit usai sesi perdagangan dimulai. ISSI yang bergerak menguat sepanjang sesi pertama sempat menyentuh level tertinggi di 189,622.

 

 

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini bergerak naik 3,745 poin (0,55%) ke level 683,246.

Sementara indeks JII70 menguat 1,090 poin (0,47%) ke level 232,478.

Sama seperti tiga indeks saham syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meski sempat berkutat di zona negatif. IHSG ditutup menguat 11,422 poin (0,18%) ke level 6.181,014.

3 dari 5 halaman

Sektor Industri Lebih `Gurih`

Investor mulai bergerak membeli saham di sektor industri yang mengaut paling tinggi di antara indeks sektoral lainnya. Indeks sektor industri aneka meroket 3,39 persen sementara industri dasar 1,22 persen.

Kenaikan juga dialami indeks sektor pertanian sebesar 0,97 persen, manufaktur 0,52 persen, dan perdagangan 0,49 persen.

Sebaliknya Indeks sektor barang konsumsi terkoreksi 0,68 persen, pertambangan 0,53 persen, dan infrastruktur 0,27 persen.

Emiten berkode BRAM memimpin top gainer saham syariah usai mengaut Rp2.675 per saham. Saham-saham pencetak untung lainnya adalah INTP yang naik Rp475, ASII Rp250, ICBP Rp250, dan CPIN Rp175.

Sebaliknya, harga UNVR terkoreksi Rp850, DUTI Rp260, ITMG Rp225, CMNP Rp195, dan ISAT Rp130.

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam melorot 8 poin (0,06%) ke level Rp14.163 pada 16.18.

4 dari 5 halaman

Perkasa di Awal Sesi, Indeks Syariah Loyo Jelang Penutupan?

Dream - Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak kuasa menahan aksi jual jelang penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 16 Oktober 2019. Padahal ISSI memulai awal sesi dengan laju cukup perkasa.

Tekanan jual di sesi kedua perdagangan, membuat ISSI berbalik ke zona negatif hingga sesi penutupan. 

ISSI menutup perdagangan hari ini dengan melemah tipis 0,016 poin (0,01%) ke level 188,680. Di awal pembukaan, ISSI mengawali transaksi jual beli dengan melaju positif ke level 188,883.

Tren penguatan ISSI ini hanya berlangsung 1,5 jam. Tekanan jual yang terjadi membuat ISSI perlahan-lahan melaju ke zona negatif dan menutup perdagangan sesi pertama di zona merah.

 

 

Penguatan tak lagi terjadi sesi kedua perdagangan. ISSI hanya bergerak fluktuatif di zona merah dengan penguatan tipis. 

Berbeda dengan ISSI, dua indeks bluechips syariah berhasil menahan laju pelemahan. Jakarta Islamic Index (JII), naik tipis 0,062 poin (0,01%)ke 679,501. Sementara Indeks JII70 sedikit naik lebih tinggi sebesar 0,243 poin (0,10%) ke level 231,388.

Laju dua indeks bluechips syariah ini berjalan seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat. IHSG naik 11,426 poin (0,19%) ke level 6.169,592.

5 dari 5 halaman

Rupiah Terangkat atau Tersungkur?

Dari sepuluh sektor pembentuk IHSG, ada lima yang terangkat, yaitu keuangan sebesar 0,62 persen, properti 0,57 persen, industri dasar 0,32 persen, manufaktur 0,13 persen, dan barang konsumsi 0,12 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan terkoreksi 0,68 persen, pertanian 0,46 persen, infrastruktur 0,43 persen, industri aneka 0,21 persen, dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham UNVR naik Rp850, KINO Rp280, INTP Rp275, SMGR Rp250, dan CMNP Rp200.

Sementara itu, yang menjadi top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp550, ITMG Rp325, TCPI Rp225, BTPS Rp220, dan AALI Rp100.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.31, nilai tukar rupiahnya merangkak naik 14 poin (0,09%) ke level Rp14.152.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting