Sudah Atur Duit Masih Saja Boros, Coba Pakai Rumus 10-20-30-40

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 18 Oktober 2019 15:24
Sudah Atur Duit Masih Saja Boros, Coba Pakai Rumus 10-20-30-40
Gaji tinggi, tapi sering merasa tak cukup. Mengapa?

Dream – Urusan mengatur keuangan acapkali membuat banyak orang pusing tujuh keliling. Tak jarang suami atau istri saling melempar kewajiban untuk urusan uang karena merasa tak pandai mengaturnya.

Seberapa besar gaji atau pendapatannnya memang sering kali dirasa takkan mencukupi kebutuhan hidup.

Untuk menghindari hal tersebut, Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan, Greta Joice Siahaan, memberikan tips sederhana mengatur gaji.

“ Ada rumus 10, 20, 30, dan 40,” kata Joice di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Joice mengatakan rumus tersebut bertujuan untuk menyisihkan uang terlebih dahulu ketika mendapatkan gaji atau pemasukan di awal. Uang itu disisihkan untuk keperluan-keperluan, seperti zakat, investasi, dan bayar utang.

1 dari 5 halaman

Ini Rinciannya

Pertama, 10 persen untuk zakat, infak, sedekah atau menyimpan untuk kondangan. Lalu, 20 persen disisihkan untuk investasi.

Untuk utang, Joice menyarankan alokasi dananya 30 persen. Dia berharap pinjaman itu digunakan untuk kegiatan produktif. Empat puluh persen sisanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“ Jangan kredit motor banyak-banyak, misalnya ada tiga, tapi yang dipakai cuma. Atau, beli handphone mahal, tapi kegunaannya sama dengan yang harganya jauh lebih murah,” kata dia. 

2 dari 5 halaman

Cara Bisa Sisihkan Uang Buat Menabung Meski Gaji Sebesar UMR

Dream – Punya uang banyak tentu jadi impian semua orang. Hal itu bisa terwujud, selama bisa mengelola keuangan dengan benar. 

Mengelola keuangan dengan baik merupakan tantangan bagi pekerja fresh graduate. Utamanya pada mereka dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR).

Memang sih, besaran pendapatan yang diterima mungkin mepet. Tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa menabung. 

Dengan pengelolaan yang baik, gaji bulanan tak hanya habis untuk kebutuhan. Tetapi juga bisa disisihkan untuk tabungan dan investasi.

 

 

Perencana keuangan, Prita Hapsari Ghozie, punya beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatur keuangan. Tips ini cocok buat para pekerja dengan gaji sebesar UMR.

" Nomor satu, sadar diri dengan kemampuan finansial. Jadi peduli amat orang lain bagaimana, kita tahu kita seperti apa," kata Prita, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 19 September 2019.

Prita mengatakan gaji UMR hanya bisa dibagi ke dalam dua jenis pos, yaitu pengeluaran dan dana darurat dengan besaran 75 persen dan 25 persen. Yang 75 persen adalah anggaran pengeluaran bulanan, seperti bayar kos dan uang makan.

“ Itu nggak bisa dipatok-patok kayak makan sekian persen,” kata dia.

Sisanya, 25 persen dialokasikan ke tabungan atau dana darurat.

3 dari 5 halaman

Ambil Lebih Dahulu

Setelah menganggarkan, apa langkah selanjutnya?

Prita menganjurkan porsi 25 persen diambil terlebih dahulu untuk tabungan atau investasi. Lalu, dana itu dimasukkan ke rekening tabungan atau instrumen investasi yang telah dipakai.

“ Sudah gampang banget. Ngapain ribet?” kata dia. 

4 dari 5 halaman

Menabung Bukan Kunci Jadi Kaya Raya

Dream – Selama ini kita sering mendengar istilah 'menabung pangkal kaya'. Tapi peribahasa itu mungkin perlu didefinisikan ulang, setidaknya untuk konteks zaman sekarang.

Sebab, saat ini menabung saja tidak cukup untuk menjadi kaya raya. Menurut sejumlah pakar keuangan, kunci kekayaan bukanlah menabung. Ada satu hal yang harus dilakukan agar bisa tajir, yaitu investasi.

“ Salah satu hal yang paling mengejutkan yang tidak disadari orang tentang uang adalah menabung tidaklah cukup,” kata pakar keuangan, Ramit Sethi, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 14 Maret 2019.

Penelitian Allianz Life Generations menyebut generasi milenial sebenarnya cukup bagus dalam menghemat uang. Mereka menyisihkan uang 40 persen setiap bulan untuk ditabung.

Tabungan memang tak salah jika digunakan untuk tujuan jangka pendek. Kalau mau yang jangka panjang, yang dibutuhkan adalah investasi. Nah, inilah yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah.

5 dari 5 halaman

Takut Mencoba

Sayangnya, generasi ini justru takut mencoba. Hanya ada 12 persen generasi milenial yang menggunakan broker. Padahal, investasi ini tidak rumit dan menakutkan.

“ Saya masuk ke akun investasi sebulan sekali. Saya menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk berinvestasi,” kata Sethi.

Dia mengatakan orang-orang bisa mulai investasi dengan nilai rendah. “ Cara sebenarnya untuk menumbuhkan uang bukan hanya menabung. Saya ingin kamu melangkah lebih jauh dan mulai berinvestasi,” kata dia. 

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie