Dream - Setelah menahan lapar dan haus selama beberapa jam, tak sedikit yang memilih minuman dingin menjadi menu pertama berbuka puasa. Namun menurut Ahli Gizi yang sekaligus Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Saptawati Bardosono, kebiasaan ini tidak disarankan.
Menurut Saptawati, saat puasa suhu tubuh kita akan menurun. Sehingga sangat dikhwatirkan bila langsung menyantap minuman dingin. Tubuh pun akan mengeluarkan reaksi yang tidak diinginkan.
" Akan lebih baik bila mengonsumsi minuman hangat saat buka puasa. Saat puasa suhu tubuh itu hangat khawatir nantinya kaget," ujar Sapta, Rabu 24 Juni 2015.
Selain itu saat berbuka puasa Sapta menyarankan untuk memberi jarak waktu antara hidangan pembuka dengan makan berat.
Kalaupun ingin minum yang dingi, diberi jarak saja agar lambung bisa menyesuaikan kembali. Jangan langsung minum dingin, minuman hangat saja dan sebaiknya melaksanakan salat terlebih dahulu.
" Sehingga ada jarak untuk kembali menyantap makanan berat. Hal ini agar tubuh tidak langsung bekerja tetapi perlahan memulai lagi tugas mereka," ujarnya. (ism)
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%