Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Setelah menahan lapar dan haus selama beberapa jam, tak sedikit yang memilih minuman dingin menjadi menu pertama berbuka puasa. Namun menurut Ahli Gizi yang sekaligus Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Saptawati Bardosono, kebiasaan ini tidak disarankan.
Menurut Saptawati, saat puasa suhu tubuh kita akan menurun. Sehingga sangat dikhwatirkan bila langsung menyantap minuman dingin. Tubuh pun akan mengeluarkan reaksi yang tidak diinginkan.
"Akan lebih baik bila mengonsumsi minuman hangat saat buka puasa. Saat puasa suhu tubuh itu hangat khawatir nantinya kaget," ujar Sapta, Rabu 24 Juni 2015.
Selain itu saat berbuka puasa Sapta menyarankan untuk memberi jarak waktu antara hidangan pembuka dengan makan berat.
Kalaupun ingin minum yang dingi, diberi jarak saja agar lambung bisa menyesuaikan kembali. Jangan langsung minum dingin, minuman hangat saja dan sebaiknya melaksanakan salat terlebih dahulu.
"Sehingga ada jarak untuk kembali menyantap makanan berat. Hal ini agar tubuh tidak langsung bekerja tetapi perlahan memulai lagi tugas mereka," ujarnya. (ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti