Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Dokter di Australia melaporkan bahwa seorang wanita 35 tahun dirawat di rumah sakit selama empat hari setelah mengalami kerusakan otot, pembengkakan, dan penyumbatan syaraf di kakinya.
Penyebabnya ternyata cukup mengejutkan. Dia berjongkok selama beberapa jam sambil mengenakan celana jeans ketat.
"Kami terkejut bahwa pasien ini mengalami kerusakan parah di bagian saraf dan ototnya," kata Dokter Thomas Kimber dari Rumah Sakit Adelaide Royal di Australia, dalam sebuah email, dikutip Dream dari laman Abcnews.com, Rabu 24 Juni 2015.
Awal mula pasien yang tidak disebutkan identitasnya ini mengalami kondisi tersebut setelah membantu seseorang memindahkan barang dengan berjongkok untuk waktu yang lama.
Memakai celana jeans ketat, wanita itu mengatakan kakinya mati rasa saat ia berjalan pulang. Ketika berjalan dia jatuh.
Tidak dapat bangun, ia menghabiskan beberapa jam untuk bersandar di luar sebelum akhirnya sampai ke rumah sakit.
Kimber dan rekannya menerbitkan laporan tentang kasus tersebut secara online pada Senin di jurnal Neurology, Neurosurgery and Psychiatry.
Kimber mengatakan jeans ketat sebelumnya telah dilaporkan bisa menyebabkan kerusakan saraf di pangkal paha, tetapi bukan saraf di kaki bagian bawah dan otot seperti yang dialami wanita itu.
Dia mengatakan jongkok bisa menekan saraf di kaki bagian bawah, mengurangi suplai darah ke otot-otot betis dan celana jeans ketat memburuk keadaan.
Setelah dirawat selama empat hari - dan setelah celana jeansnya dipotong - wanita masih masih merasa lemah di kakinya. Tetapi dia akhirnya berjalan keluar dari rumah sakit dan kemudian sembuh sepenuhnya.
Kimber tidak tahu apakah wanita itu masih memakai celana jeans ketat tapi dia memperingatkan bahaya berjongkok saat mengenakan jenis celana itu.
"Saya pikir sifat non-elastis dari celana jeans yang mungkin menjadi masalah," ujar Kimber, mencatat bahwa celana ketat yang elastisitas tidak akan berbahaya karena mereka tidak akan menekan saraf dan otot. (ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari