Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Makanan Hotdog (www.vanguardia.com.mx)
Dream - Malaysia mewajibkan seluruh restoran dan toko makanan mengganti nama makanan hotdog dan sejenisnya. Jika kewajiban itu tidak dijalankan, restoran dan toko makanan terancam tak bisa lagi berjualan menu hotdog.
Setelah ditelusuri, keputusan pemerintah Malaysia ini dipicu nama hotdog yang terkesan najis. Dikhawatirkan makanan tersebut mengandung unsur daging anjing.
Meskipun bernama hotdog, makanan ini sebenarnya tidak mengandung unsur anjing. Di Barat, makanan ini dibuat secara tradisional menggunakan daging babi. Di negara-negara muslim, seperti di Malaysia, menu utama itu biasanya diganti dengan ayam.
Malaysia merupakan negara dengan penduduk mayoritas beragama Muslim. Pemerintah di negara ini menerapkan kebijakan mewajibkan semua makanan harus mencantumkan sertifikasi halal.
© Dream
Direktur Divisi Halal Departemen Pembangunan Islam Sirajuddin Suhaimee mengatakan pihaknya mendapat banyak keluhan dari para wisatawan yang berasal dari negara-negara Muslim. Tampaknya mereka memahami nama makanan itu secara harfiah.
"Setiap produk halal yang membuat konsumen kebingungan, harus kami ubah," ujar Sirajuddin.
"Dalam Islam, anjing dianggap haram dan tidak bisa disangkutkan dengan sertifikasi halal," ucap dia melanjutkan.
© Dream
Aturan ini juga melarang setiap nama makanan menggunakan kata anjing, seperti cheesedog atau chilidog.
Selanjutnya, Sirajuddin mengatakan pihaknya akan memeriksa ratusan outlet yang masih mengiklankan hotdog. Pihaknya akan memastikan outlet-outlet tersebut mematuhi ketentuan ini.
Salah satu waralaba Amerika Serikat yang menjual hotdog dan sejenisnya, Auntie Anne's, menyatakan akan mematuhi ketentuan ini. Waralaba yang memiliki 45 outlet di seluruh Malaysia ini akan mengubah kata 'dog' dengan kata 'sausage' yang berarti sosis.
"Ini hanya isu kecil. Kami akan mengubah nama itu dan saat ini kami sedang dalam proses," ujar direktur Auntie Anne's Malaysiam Farhatul Kamilah Mohamed Sazali.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin