Masakannya Tak Langsung Disantap, Chef Berbintang Michelin Curhat

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 21 Januari 2020 08:12
Masakannya Tak Langsung Disantap, Chef Berbintang Michelin Curhat
Banyak dari pengunjung yang mengambil foto berkali-kali hidangan mereka.

Dream - Restoran dan koki yang memiliki gelar Michelin, kerap jadi jaminan hidangan yang nikmat dan berkualitas. Antrean pengunjung biasanya bakal mengular atau jika pun dipesan, baru bisa makan di restoran beberapa minggu/ bulan kemudian.

Hal ini juga dialami restoran Fat Duck milik Chef Heston Blumenthal yang berlokasi di Inggris. Restorannya memiliki tiga bintang Michelin dan selalu ramai pengunjung. Sayangnya, banyak pengunjung yang datang tapi tak langsung menyantap hidangan yang dibuat tim dapur Heston.

Banyak dari pengunjung yang mengambil foto berkali-kali hidangan mereka. Menurut Heston hal ini selalu jadi perdebatan oleh dirinya dan timnya.

" Kita selalu mendebatkan ini sepanjang tahun. Jika kita mengatakan pada pengunjung kalau makanannya bakal dingin, kita akan membuat jarak dengan mereka," curhat Chef Heston, dikutip dari Insider.

 

1 dari 4 halaman

Pernah Menegur Pengunjung

Kesukaan membuat konten Instagram dengan foto-foto makanan, menurut Chef Heston sebaiknya tak mengurangi kenikmatan kita menyantap hidangan. Pasalnya, Chef sangat memperhatikan waktu memasak setelah makanan dipesan dan disajikan.

Sehingga, ketika terlalu lama mengambil foto dan makanan sudah dingin, kenikmatannya akan berkurang drastis. Hal itulah yang sangat menggangu Heston.

Makang bersama© Shutterstock

" Aku pernah menegur di restoranku di Australia karena ada seseorang yang mengambil foto menggunakan flash dan menggangu pengunjung lain. Media sosial memang sangat berperan, kini tampilan makanan dianggap lebih penting daripada aroma dan rasa," ungkapnya. 

2 dari 4 halaman

Diam-Diam, Cara Inspektur Michelin Menilai Sebuah Restoran

Dream - Predikat Michelin Star pada sebuah restoran jadi hal yang sangat bergengsi. Untuk mendapatkannya, sebuah restoran tak bisa memesan atau sengaja mengkondisikannya.

Diam-diam, Cara Inspektur Michelin Menilai Sebuah Restoran© MEN

Penghargaan ini merupakan pengakuan dari para pakar kuliner yang tergabung dalam dewan Michelin Guide. Dengan predikat tersebut, sebuah restoran dijamin bakal terkenal, antreannya mengular, bahkan hingga hitungan bulan.

Di Indonesia sendiri ada 6 restoran yang masuk dalam Michelin Star Guide. Satu-satunya yang menyajikan hidangan klasik Indonesia adalah restoran Merah Putih di Seminyak.

Sementara, lima restoran lainnya menyajikan masakan Eropa dan sebagian besar berlokasi di Bali. Bagaimana restoran tersebut mendapatkannya?

3 dari 4 halaman

Inspektur bekerja diam-diam

Dewan Michelin Guide memiliki semacam penilai yang mereka sebut inspektur. Seperti dikutip dari Howstuffwork, para inspektur ini akan datang ke restoran-restoran yang masuk dalam 'radar' dewan secara diam-diam.

Michelin© Shutterstock

Mereka datang layaknya konsumen biasa, membayar dan merasa fasilitas yang ada lalu memberi penilaian. Tak hanya datang sekali, bahkan bisa beberapa kali. Para inspektur ini bekerja khusus untuk Michelin Guide dan pengetahuan kulinernya sudah teruji.

4 dari 4 halaman

4 Penilaian Utama

Dalam menilai sebuah restoran, inspektur ini bakal melihat lima aspek. Yaitu kualitas masakan, penguasaan rasa dan teknik memasak, kekhasan koki dalam masakannya, harga dan konsistensi rasa.

Chef© Shutterstock

Jadi, apa yang dibutuhkan restoran dan koki untuk mendapatkan bintang Michelin yang bergengsi?

" Memasak dengan melibatkan rasa dan sentuhan manusia. Tidak ada proses yang cepat. Koki harus berlatih tahap demi tahap untuk mengasah kemampuan mereka mengolah masakan," Lam Ming Kin, koki / pemilik Longtail, restoran berbintang Michelin di Taipei, Taiwan.

Beri Komentar