Es Merah Putih Dan Nasi Campur Perjuangan (Sumber: Syariah Hotel Solo)
Dream - Dalam rangka menyambut HUT RI ke-70, Syariah Hotel Solo (SHS) meluncurkan beragam menu spesial kemerdekaan. Salah satu menu unggulan yang ditawarkan adalah nasi campur perjuangan. Tak hanya nama yang unik, sajian yang satu ini memiliki tampilan yang menarik pula.
Nasi campur perjuangan merupakan campuran nasi putih dan nasi merah yang dibuat sedemikian unik menyerupai lambang negara Indonesia, bendera merah putih.
Nasi ini dilengkapi dengan berbagai lauk-pauk khas nusantara seperti telur puyuh, potongan dadu daging ayam, irisan telur dadar, dan beberapa jenis sambal yang dikemas apik dalam wadah berupa potongan bambu hijau.
Soal rasa, nasi campur perjuangan dijamin mampu menggoyang lidah, bahkan membuat ketagihan. Nasi campur perjuangan makin menggugah selera karena disajikan dalam balutan daun pisang hijau. Untuk menikmati seporsi nasi campur perjuangan, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp45.000.
Agar 'sentuhan kemerdekaan' makin terasa, cicipi pula es merah putih yang ditawarkan SHS. Kombinasi antara susu segar, jelly strawberry serta simple syrup dari minuman ini akan menghadirkan sensasi segar di mulut. Es merah putih hanya dibanderol Rp17.000 per gelas dan sangat cocok dinikmati bersama nasi campur perjuangan.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah