Ramen Buket, Semangkuk Mi Jepang Mirip Rangkaian Bunga

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 13 Juli 2021 19:48
Ramen Buket, Semangkuk Mi Jepang Mirip Rangkaian Bunga
Disebut-sebut merupakan ramen paling sehat se-Jepang.

Dream - Buket bunga biasanya ditata dengan perpaduan berbagai jenis bunga dengan warna yang berbeda serta tanaman lain. Tentunya agar bisa memanjakan mata dan menarik hati.

Pernah terbayang kalau sajian ramen dalam cup bisa juga ditata apik seperti buket bunga? Kedai My Ramen Glass Noodle Shop di Shibuya Ward Tokyo membuat terobosan menu unik yaitu Ramen buket.

Glass Noodle

Menu ini merupakan ramen, mi khas Jepang tapi diolah hanya dengan bahan sayuran atau vegan. Tak hanya itu, untuk melengkapi sajian ditaruh berbagai sayuran segar warna-warni sehingga tampilannya begitu cantik.

 

1 dari 7 halaman

Menu Ramen Buket dilengkapi sekitar 10 jenis sayuran. Seperti brokoli, kembang kol, asparagus, dan zucchini, jamur dan masih banyak lagi. Ramen ini memang berbeda dari yang biasa karena tidak menggunakan ayam atau telur untuk kaldunya.

Ramen buket

Untuk kaldu hanya menggunakan perpaduan Shoyu (Kecap), Kombu Shio (Garam Rumput Laut) atau kaldu Miso. Dalam satu cup, di bagian bawah terdapat ramen dan kuahnya. Sebelum menyantap mi, sebaiknya habiskan dulu sayuran segar di atasnya.

Pasalnya, irisan sayur cukup besar. Akan sulit untuk menyantapnya berbarengan dengan mi ramen dan kuah. Menu ini juga dikenal sebagai ramen paling sehat se-Jepang. Mau coba?

Sumber: Soranews24

2 dari 7 halaman

Kisah Kenikmatan Ramen yang Bikin Perut Lapar

Dream - Ramen telah menjadi makanan pokok di Jepang hampir seabad. Tetapi, hidangan mi ini baru diperkenalkan di negara Barat terutama di Amerika Serikat setelah penciptaan ramen instan pada 1970an.

Sejak itu, ramen kian populer. Kedai ramen bermunculan, dengan koki yang didatangkan langsung dari negeri Sakura. Kini, ramen seakan jadi hidangan favorit lintas negara.

Kisah Kenikmatan Ramen yang Bikin Perut Lapar

Efeknya adalah aspek kultural dan keaslian pengolahan ramen kerap mengalami penyesuaian. Rasa, tekstur hingga penyajian, akan sulit menyamakan dengan sajian ramen yang ada di Jepang.

Mantan koki ramen dan Japanese noodle expert, Mark Hoshi, mencoba memberi informasi pada khalayak internasional seputar budaya dan indus ramen yang asli, melalui situs dan mediasosial " Ramen Culture" .

" Saya besar di rumah Jepang dan orang tua saya selalu membawa pulang makanan Jepang," kata Hoshi.

Walaupun besar di Los Angeles, Hoshi menghabiskan hampir 10 tahun tinggal di Jepang. Saat tinggal di sana, ia magang dengan Chef Ikuta Satoshi di Ramen Nagi, Tokyo.

Tidak lama setelah itu, ia memilih menuangkan kecintaannya terhadap ramen dengan bekerja full time bersama Chef Yukihiko Sakamato di toko ramen terpopuler di Jepang. Toko tersebut adalah Menya Itto. Hoshi lalu kembali ke Amerika dan memulai Ramen Culture.

3 dari 7 halaman

Komponen Kenikmatan Ramen

Menurut Hoshi, ada lima komponen penting dalam ramen yaitu mi, kuah, kuah dasar, topping, dan aroma minyak. Hal yang paling menggelitik Hoshi adalah ketika orang banyak orang berpikir bahwa miso dan tonkotsu ramen adalah menu yang sama.

Kedai Ramen Halal di Jakarta yang Terkenal Kenikmatannya

Menurutnya, ramen memiliki variasi yang berbeda, tergantung bahan apa yang dipakai. Misalnya Jiro-style ramen, di dalamnya terdapat potongan daging berlemak dengan sup tonkotsu, shoyu, dan mie tebal. Rasa, ramen ini lebih berat daripada ramen lainnya.

Ada pula Shio-style ramen yang terkenal dengan rasa asinnya. Selain itu, tsukemen ramen disiapkan dan dihidangkan berbeda dari ramen lainnya.

Restoran yang menyajikan tsukemen ramen, menghidangkan mie soba dingin yang terpisah dari kaldu ramen. Pelanggan, kemudian mencelupkan mi ke dalam dashi soup base.

4 dari 7 halaman

Tips Cari Kedai Ramen yang Lezat

Ada tips unik dari Hoshi untuk mencari kedai ramen yang menyajikan menu yang nikmat. Yaitu dengan melihat kondisi toiletnya.

" Jika mereka menyediakan toilet yang sangat bersih, maka mereka memerhatikan hal kecil dengan sangat baik," ujarnya.

Resep Ramen Rumahan Temani di Kala Hujan

Hoshi menambahkan, jika di dapur terdapat noodle timer (waktu masak mie hingga mencapai tingkat kematangan yang pas), maka ini menunjukkan koki tahu apa yang sedang mereka lakukan.

5 dari 7 halaman

Tekstur Mie

Tidak ada cara yang benar atau salah saat memakan mie. Menurut Hoshi, setiap orang dapat memakan mie sesuai gaya mereka masing-masing.

'Ramen Vulkanik', Kuliner Unik Khas Jepang

" Tradisionalnya, kamu menyeruput mie. Tetapi, bagi orang yang tidak besar di lingkungan Jepang akan merasa sedikit tidak nyaman untuk melakukan hal itu," ungkap Hoshi.

Menurut Hoshi, di Jepang, kebanyakan orang menghabiskan semangkuk ramen selama 12 menit. Sementara bagi orang non Jepang, cenderung menyantap ramen lebih lama. Ternyata hal ini berdampak buruk bagi tekstur mie yang terlalu lama terendam kuah.

6 dari 7 halaman

Pilihan tipe mi

Semakin lama menyantap mi, semakin lembek nantinya. Oleh karena itu, di Amerika, diadakan eksperimen di berbagai restoran ramen untuk menyajikan berbagai tipe mie yang dapat menyerap kaldu di tingkat berbeda.

Aturan Makan Ramen yang Benar Menurut Pakar Kuliner Jepang

Hal ini memudahkan pelanggan agar saat mencoba memadukan mie dengan kaldunya tetap dapat menghasilkan rasa yang konsisten.

" Mi adalah yang paling penting karena ini memberikan tekstur yang berbeda saat menyeruputnya," kata Hoshi.

 

7 dari 7 halaman

Sering kali, Hoshi melihat koki Amerika memilki pemikiran keliru soal ramen. Ia sering melihat berbagai restoran hanya memasukan mie ke dalam miso soup dan menamakannya ramen.

Restoran Ramen di Jepang Tidak Mau Melayani Turis Lokal

" Ramen adalah ramen ketika ada sifat basa di dalam mie nya. Jika tidak ada, maka itu bukan ramen," kata Hoshi.

Laporan: Keisha Ritzska Salsbila/ Sumber: Food Insider

Beri Komentar