3 Tips Bangkit dari Bisnis yang Lesu dari Pemilik Songket Beromzet Puluhan Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 17 September 2021 10:35
3 Tips Bangkit dari Bisnis yang Lesu dari Pemilik Songket Beromzet Puluhan Juta
Terutama, saat bisnis terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

Dream – Kiagus Adit merupakan seorang pengusaha songket PaSH asal Palembang. Memulai bisnis di tahun 2017, pria yang awalnya menjajakan dagangannya saat jadi mahasiswa ini sudah berhasil memasarkan prodduknya hingga ke seluruh Indonesia.

Tak hanya melestarikan kebudayaan, Adit menangkap potensi bisnis yang sangat besar dari penjualan songket.

“ Menurut saya, (bisnis songket) juga bagus untuk melestarikan budaya Indonesia,” kata Adit dalam virtual media briefing yang dilakukan oleh Tokopedia, Kamis 16 September 2021.

Seperti para pengusaha lainnya, Adit juga turut merasakan dampak cukup besar dari munculnya pandemi. Penjualan songketnya terjun bebas hingga 60 persen ketika pandemi mulai menyambangi Indonesia.

Kiagus Adit, pengusaha songket© Tokopedia

Namun semangat tak pantang menyerah kembali membangkitkan usaha songket PaSH. Memanfaatkan platform Tokopedia, Adit berhasil mengembalikan roda bisnis ke jalur yang benar. Salah satunya laju penjualan yang kembali bergerak stabil.

" OMzet kami kini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan," ungkapnya.

Ada beberapa tips bisnis sukses yang diberikan Adit. Berikut ini rinciannya.

1 dari 5 halaman

Jangan Gampang Menyerah!

Pertama, pebisnis sebaiknya tidak berpatah arang. Kalau hanya semangat berbisnis, dia menyebut hal itu akan bisa cepat luntur, terutama saat bisnis berada di titik nadir.

Misalnya, selama pandemi Covid-19, bisnisnya sempat anjlok. Penjualannya terjun bebas 75 persen. Namun, pandemi ini tidak memudarkan langkahnya untuk terus maju ke depan. Adit berusaha untuk bertahan di tengah pandemi ini.

Kedua, terus bermimpi. Awalnya, ia hanya mencetuskan ide dan bermimpi untuk membuka lapangan kerja kreatif untuk masyarakat di Palembang. Mimpi itu tidak akan pernah terwujud kalau tak pernah berangan-angan.

“ Awalnya saya merasa kain ini tuh unik, dan akan diminati masyarakat,” kata Adit.

2 dari 5 halaman

Wujudkan Mimpi

Ketiga, mewujudkan mimpi dengan inovasi. Agar bisnis terlaksana, Adit mewujudkan mimpi tersebut. Dia mempersiapkan modal-modal yang diperlukan untuk bisnis songket, seperti waktu dan pikiran.

“ Iya, dong, harus modal pikiran, waktu, dan masih banyak lagi. Tapi, tetap harus optimis, ya,” kata dia.

Adit juga menyarankan pebisnis untuk tidak ketinggalan terhadap apa saja yang dibutuhkan konsumen. Untuk itulah, inovasi bisnis pun diperlukan. Misalnya, dia menggunakan stragegi penjualan online di platform e-commerce.

“ Bisnis saya juga jadi dipermudah dengan adanya Tokopedia. Kayak di masa pandemi ini saya buka juga di Tokopedia, selain memperluas target,dan dikenal lebih banyak orang,” kata dia.

(Laporan: Delfina Rahmadani)

3 dari 5 halaman

Cara Brilian Kembangkan Bisnis Lewat Platform Digital

Dream - Pandemi Covid-19 telah menghambat roda ekonomi. Banyak usaha gulung tikar karena daya beli masyarakat merosot, ditambah lagi pergerakan manusia semakin dibatasi.

Pelaku usaha harus memutar otak agar bisnisnya tidak lumpuh. Sejumlah cara bisa dilakukan untuk menyelamatkan usaha, salah satunya dengan berpindah dan memaksimalkan patform digital.

“ Menurut data, pada tahun 2020, bisnis digital meraup sekitar Rp266,3 triliun. Jumlah yang besar, bukan?” kata Iwan Hilmawan, Digital Ecosystem Developer, dalam acara Pengembangan Bisnis Melalui Platform Digital, Jumat 20 Agustus 2021.

 

© Dream

 

Untuk memanfaatkan platform digital, kita harus memaksimalkan teknologi untuk membuat bisnis lebih berkembang. Lewat teknologi kita bisa memasarkan produk jauh lebih luas daripada cara konvensional.

Lantas, bagaimana cara memanfaatkan platform digutal untuk mengembangkan usaha?

4 dari 5 halaman

Yang pertama, kita harus memahami platform digital sebagai wadah untuk mempermudah penyebarluasan bisnis. Kresna Noegroho, Marketing Business Development, mengibaratkan platform sebagai mobil, dan media sosial sebagai sistemnya.

“ Mobil adalah platformnya yang mempunyai berbagai sistem dengan fungsi yang berbeda, seperti setir untuk mengemudikan mobil tersebut dan ada roda untuk penopang,” ujar Kresana.

Menurut dia, platform hanyalah wadah yang berisi sebuah sistem. Jika sistem tidak dioperasiakn dengan benar, maka mobil tidak bisa jalan.

Ke dua, tahu cara pengoperasiannya. Pahami bisnis yang kita jalani. Jangan sungkan bertanya kepada orang yang sudah ahli atau berpengalaman pada platform digital. Kita tidak cukup menjalankan bisnis digital berdasarkan perasaan karena mendengarkan orang lain itu juga penting.

Kresna mengajak meningkatkan sosialisasi pada kehidupan sehari-hari dengan bertanya. Dengan mengetahui masalah orang lain, kita bisa meminimalisir risiko yang kemungkinan terjadi pada bisnis kita. Pelajaran langsung dari orang lain sangat berharga.

5 dari 5 halaman

Ke tiga, inovasi dan pengembangan pengetahuan. Tidak cukup hanya tahu dan sekadar menjalankan saja, kita juga harus menginovasinya.

Misalnya, kita sudah tahu cara mengupdate produk dan menyebarkannya, kita harus teliti dan menganalisis lagi bagaimana cara agar produk bisa terpasarkan lebih luas lagi.

Temukan permasalahan dan kekurangan produk kita. Jangan cepat merasa puas.

Ke empat, pertahankan konsistensi. Setelah berhasil melakukan tiga hal tersebut, kita hanya perlu konsisten untuk menjalankannya.

Konsisten memang terdengar remeh, karena hanya melakukan hal yang sama secara berulang terus menerus. Namun, melakukan hal yang sama itulah yang sulit untuk dilakukan

“ Jangan hanya terbawa tren, jangan jalankan bisnis sesuai kondisimu, apapun kondisinya tetap bertahan dan konsisten adalah kunci,” tutur Iwan Hilmawan.

Dia menambahkan, di sepanjang perjalanan menjalankan bisnis pasti akan merasa lelah, bosan, dan ada fikiran untuk menyerah. Tapi kita harus bangkit dan lawan rasa negatif itu dengan menemukan solusi untuk mengatasinya.

Laporan : Delfina Rahmadhani

Beri Komentar