Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Terkadang, Sebal Rasanya Melihat Rekening Tabungan Terus Berkurang Karena Banyak Keperluan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi yang belum terbiasa, menabung terasa sangat sulit. Kerja keras untuk menyisihkan uang menjadi gatot (gagal total) saat banyak godaan datang.
Bahkan, perjuangan ini menjadi berantakan ketika terdesak kebutuhan namun tidak ada persiapan sama sekali. Ketika sedang bersusah payah menggemukkan isi rekening tabungan, ujung-ujungnya kempes.
Ada saja yang membuat saldo rekening “merembes”. Apa saja?
Berikut ini adalah tujuh situasi yang membuat saldo rekening berkurang, dilansir dari cekaja.com.
Sakit
Salah satu alasan utama yang paling umum adalah sakit. Biaya pengobatan ke dokter tentu bisa mengurangi isi tabungan, apalagi kalau sampai dirawat di rumah sakit dan biayanya bisa mencapai jutaan rupiah.
Kondisi ini bisa ditekan dengan asuransi. Jika memiliki asuransi kesehatan, kejadian rekening tabungan yang terkuras tidak akan terulang kembali. Selain asuransi kesehatan, alangkah baiknya jika kita memiliki dana darurat.

Gaji Dipotong karena Terlambat
Tak jarang, kita mengalami hambatan selama perjalanan ke kantor. Entah itu ada gangguan sinyal KRL, angkot mogok, atau kecelakaan di jalan raya, bisa membuat kita terlambat melakukan absensi.
Ini bisa membuat gaji berkurang jika kantor menerapkan sistem potong gaji setiap menit keterlambatan. Nyesek kalau melihat pemasukan berkurang, namun pengeluaran bertambah.
Biaya Servis Kendaraan Membengkak
Banyak orang yang memakai kendaraan pribadi karena ingin lebih cepat, lebih aman, dan lebih murah. Tapi, keinginan ini menjadi sia-sia ketika kendaraan pribadi justru memerlukan biaya servis lebih besar daripada biaya transportasi dengan angkutan umum.
Misalnya, biaya perbaikan mobil akibat kecelakaan kecil. Hal ini memaksa pemilik kendaraan mau tidak mau mengorbankan rekening tabunngannya.

Ongkos Transportasi Mendadak Naik
Jangan dikira kenaikan ongkos transportasi tidak membahayakan rekening tabungan. Misalnya, ongkos naik KRL sebesar Rp5 ribu dan biaya Pulang-Pergi (PP) dengan KRL sebesar Rp10 ribu.
Dengan kenaikan Rp1.000, biaya PP dengan KRL akan bertambah menjadi Rp12 ribu. Kalau dalam sebulan ada 22 hari kerja, ongkos transportasi akan naik dari Rp220 ribu menjadi Rp264 ribu.
Uang sebesar Rp64 ribu ini lumayan untuk biaya makan 3-4 kali. Jika uang Rp64 ribu ditabung, uangnya bisa terkumpul Rp768 ribu.
Anggota Keluarga Pinjam Uang
Kalau yang satu ini, agak susah untuk menolaknya. Jika ditolak, dikhawatirkan hubungan kekeluargaan bisa retak. Kalau diterima, risikonya adalah merelakan rekening tabungan tiris.
Ingat, banyak lho, keluarga yang saling menggugat karena masalah pinjaman. Jika ada yang meminjam dalam jumlah besar, jangan lupa lakukan perjanjian hitam di atas putih supaya jelas.
Kalau Sahabat Dream, kira-kira kejadian apa yang bisa membuat rekening tabungan menipis? (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari