7 Miliarder Indonesia Penderma

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 25 November 2014 12:42
7 Miliarder Indonesia Penderma
Sebagian harta kekayaannya disisihkan untuk dunia pendidikan dan penelitian, siapa saja mereka?

Dream - Dunia pendidikan kini tak hanya monopoli para guru. Seiring berkembangnya kepedulian sosial, masyarakat kelas atas, khususnya orang-orang terkaya di Indonesia, mulai menyisihkan kekayaannya untuk dunia pendidikan.

Meski tidak seluruhnya mendirikan lembaga formal semacam sekolah, banyak miliarder Indonesia yang menyumbangkan dananya untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

Dengan hartanya, para miliarder ini mendirikan yayasan dengan fokus penelitian pada bidang-bidang tertentu.

Mengutip sejumlah laporan Forbes, sedikitnya ada beberapa keluarga terkaya Indonesia yang sudah terjun ke bidang terkait pendidikan. Siapa saja mereka? Klik halaman berikutnya. (Ism)

1 dari 7 halaman

1. Theodore Rahmat

1. Theodore Rahmat (70 tahun)
Jabatan: pendiri Kelompok usaha Triputra

Dream - Lewat yayasan A&A Reachmat Compassionate Service Foundation, Theodore mendukung dunia pendidikan dengan menyediakan program beasiswa kepada 17 perguruan tinggi di Indonesia. Sudah lebih dari 9.800 mahasiswa mendapatkan keuntungan dari program ini.

Selain program beasiswa, Theodore juga mendanai 32 klinik kesehatan di seluruh Indonesia yang mampu menjangkau 698 ribu pasien. Sementara Back Endeavor Indonesia menjadi lembaga nirlaba yang membantu pengembangan entrepreneur di Tanah Air. (Ism)

2 dari 7 halaman

2. `Duet` Tahija

2. Sjakon George Tahija (62) dan George Santosa Tahija (56)

Jabatan: Komisioner Kelompok Usaha Austindo

Dream - Dua bersaudara ini menjalankan yayasan Tahija Foundation. Komitmen terbesarnya adalah proyek pemberantasan demam berdarah Dengeu di Yogyakarta yang merupakan bagian dari program penelitian dunia dalam upaya memberantasan penyakit melalui nyamuk.

Yayasan ini juga terlibat dari proyek konservasi maritim dengan mendanai armada pengawas dan pilot project perlindungan ikan karang.

Khusus di dunia pendidikan, kedua bersaudara ikut memberikan program beasiswa kepad mahasiswa dan ikut mendanai penelitian arkeologi dan restorasi bangunan bersejarah.

Sjakon dan George merupakan putra dari Julian dan Jean Tahija yang mulai merintis yayasan ini pada 1990. Julian duduk dalam jajaran petinggi Caltex Pasific Indonesia dan ikut mendirikan Freeport Indonesia. Lewat bendera Austindo, keluarga miliarder kini mengelola perusahaan minyak kelapa sait, pertambangan, dan bisnis klinik mata. (Ism)

 

3 dari 7 halaman

3. Tahir

3. Tahir (62)
Jabatan: Pendiri dan Chairman Kelompok Mayapada

Dream - Dalam setahun terakhir, publik Indonesia akan kagum dengan sepak terjang Tahir di dunia sosial. Dialah miliarder Indonesia yang bisa mendatangkan pemilik Microsoft, Bill Gates ke Indonesia.

Tahir sukses menggaet enam orang kaya dunia untuk menyumbangkan masing-masing US$ 5 juta bagi organisasi Indonesia Health Fund yang diluncurkan pada April. Targetnya adalah menggaet 12 orang terkaya Indonesia untuk ikut terlibat dan mengumpulkan dana US$ 100 juta untuk proyek pemberantasan TBC dan program keluarga berencana.

Bill Gates ikut terlibat dalam program ini dan berkomitmen menyumbangkan dana lewat Bill & Melinda Gates Foundation. Dengan hadirnya Bill Gates, total sumbangan melonjak menjadi US$ 200 juta.

Pada 2012, Forbes mencatat Tahir menyumbangkan US$ 50 juta untuk universitas di Indonesia, China, Singapura, dan AS. Sebagian besar sumbangannya dalam bentuk beasiswa.

Tahir pernah berencana menyumbangkan 10 ribu laptop ke sejumlah pelajar cerdas di sejumlah sekolah menengah di Indonesia. (Ism)

 

4 dari 7 halaman

4. Pieter Tanuri dan Veronica Colondam

4. Pieter Tanuri (50) dan Veronica Colondam (42)

Jabatan: Presiden Multistrada Arah Sarana, YCAB Foundation

Dream - Pieter Tanuri yang merupakan pimpinan dari produsen ban ternama Multistrada menyumbangkan sebagian kekayaannya lewat Yayasan YSAB Foundation. Sementara istrinya, Veronisa, bertugas mengelola yayasan yang sudah berusia 15 tahun.

Lewat yayasan ini, kedua orang terkaya Indonesia ini menjalankan 40 sekolah dan memberikan US$ 7 juta untuk kredit mikro bagi ibu rumah tangga miskin yang memiliki bisnis kecil dan anak sekolah.

Keduanya berkomitmen untuk menyumbangkan US$ 2,5 juta yang akan membuat yayasannya memberikan pinjaman lebih banyak. (Ism)

 

5 dari 7 halaman

5. Ciputra

5. Ciputra
Jabatan: Pendiri perusahaan pengembang Ciputra Group

Dream - Fokus pada upaya menciptakan entrepreneur baru, Ciputra mendirikan Universitas Ciputra di Surabaya pada 2006. Dengan komitmen dana awal US$ 10 juta, universitasnya kini dihuni 2000 mahasiswa yang belajar aneka studi mulai dari akuntansi hingga hukum properti.

Ciputra juga tak ragu mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan di Sillicon Valey, AS dan beberapa kota lain di dunia. (Ism)

 

6 dari 7 halaman

6. Gunawan Jusuf

6. Gunawan Jusuf
Jabatan: Pemilik perusahaan perkebunan dan pengolahan gula, Sugar Group

Dream - Salah satu orang terkaya Indonesia ini menjalankan sekolah Sugar Group Schools yang pertama kali dijalankan sang ibu, Rachmiwaty. Kini sekolah ini dijalankan saudara perempuannya Purwati Lee.

Sekolah ini menyediakan pendidikan gratis kepada 1.900 anak pegawai hingga level politeknik. Banyak orang tua murid yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.

Dimulai pada 2005,sebanyak 5 sekolah yang didirikannya berbeda dengan sekolah formal lainnya. Dengan ruangan lebih berwarna, area bermain, penyejuk ruangan, dan layanan Wi-Fi gratis. Setiap murid dan mahasiswa politeknik mendapatkan jatah makan 2 kali sehari serta seragam, sepatu, dan tas gratis. (Ism)

 

7 dari 7 halaman

7. Low Tuck Kwong

7. Low Tuck Kwong (64)
Jabatan: Pendiri perusahaan tambang Bayang Resources

Dream - Miliarder Indonesia ini banyak memberikan sumbangan kepada universitas di Indonesia, Singapura, dan Filipina. Pada 2010, Low Tuck Kwong menyumbangkan US$ 3 juta untuk program profesor di Nation University Singapura bidang bisnis.

Kecintaannya pada hewan membuatnya rela membangun kebun binatang pribadi dengan koleksi 100 hewan. Serta aktif terlibat dari program rehabilitasi orang utan. (Ism)

Beri Komentar