3 Pesawat Boeing 737NG Milik Maskapai RI Alami Keretakan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 15 Oktober 2019 19:12
3 Pesawat Boeing 737NG Milik Maskapai RI Alami Keretakan
Retakan ini berpengaruh terhadap structural pesawat dan berakibat kehilangan kontrol pesawat.

Dream – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan maskapai penerbangan nasional untuk menginspeksi pesawat Boeing tipe 737 NG yang dimilikinya. Instruksi ini keluar setelah laporan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menemukan retakan di badan pesawat tersebut. 

Informasi ini diterima oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui laporan FAA CANIC (Continued Airworthiness Notification to the International Community) ke seluruh Otoritas Penerbangan Sipil dunia (CAA), pada 27 September 2019. 

Dalam laporannya disebutkan seluruh pesawat B737NG disarankan untuk diperiksa guna mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada setiap pesawat B737NG.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti, menjelaskan, laporan FAA tersebut berisi tentang kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan dan menciptakan unsafe condition.

Keretakan ditemukan di “ frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps” atau semacam rangka yang membentuk badan pesawat. Hal itu dapat mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban.

“ Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat,” kata Polana seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenhub, Selasa 15 Oktober 2019, 

Polana telah memerintahkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kemenhub untuk menindaklanjuti surat pemberitahuan FAA tersebut. 

1 dari 4 halaman

Retakan di Pesawat Garuda dan Sriwijaya Air

Direktur Kelaikudaran dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Avirianto, mengatakan departemenya telah memerintahkan seluruh operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat B737NG agar segera melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive 19-10-003.

Salah satu instruksinya adalah pesawat B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30 ribu Flight Cycle Number (FCN) wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak tanggal efektif AD 19-10-003 atau tanggal 11 Oktober 2019.

Kemudian, B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1000 FCN sejak tanggal efektif AD 19-10-003. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kembali setiap 3500 FCN secara berulang.

“ Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat B737NG adalah Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat, dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat” kata Avirianto.

Dari hasil pemeriksaan pada 10 Oktober 2019 diketahui retakan terdapat pada salah satu dari 3 pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30 ribu FCN. Retakan juga ditemukan pada dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30 ribu FCN.

Sedangkan Batik Air dan Lion Air tidak memiliki pesawat yang berumur melebihi 30 ribu FCN.

Dari hasil pemeriksaan pesawat B737NG yang beroperasi di Indonesia, pesawat dengan umur lebih dari 30 ribu FCN, per tanggal 10 Oktober 2019, ditemukan terdapat 3 pesawat yang mengalami crack.

Kemenhub selanjutnya memerintahkan agar pesawat itu diberhentikan operasinya sambil menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing

“ Selanjutnya DKPPU meminta kepada operator yang mengoperasikan B737NG yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Sriwijaya Air, untuk memasukan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003, kedalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” kata dia.

2 dari 4 halaman

Masalah Baru Boeing

Boeing kembali mendapat masalah. Setelah beberapa waktu lalu terjadi masalah keselamatan dengan pesawat 737 Max, kini salah satu perusahaan pembuat pesawat terbesar di dunia ini kembali menemukan adanya masalah di 737 NG atau Next Generation.

Dikutip dari CNN, Sabtu (12/10/2019), ditemukan retakan struktural pada pesawat Boeing 737 NG. Retakan ditemukan dalam inspeksi yang dilakukan oleh Federal Aviation Administration (FAA) pekan lalu.

Menurut Boeing, pada hari Rabu kemarin ada 810 pesawat yang diinspeksi, dan 38 pesawat membutuhkan perbaikan. Itu kira-kira 5 persen dari pesawat yang diperiksa.

Ada sekitar 6.800 pesawat jenis Boeing 737 NG yang sudah beroperasi di seluruh dunia. Tidak jelas berapa banyak yang membutuhkan inspeksi segera.

Dikutip dari Reuters, Southwest Airlines dan Brazil’s Gol Linhas Aereas telah mengistirahatkan setidaknya 13 pesawat Boeing 737 NG setelah regulator Amerika Serikat (AS) memerintahkan adanya inspeksi.

Begitu pula dengan Sriwijaya Air yang juga telah melakukan grounded terhadap 2 pesawat Boeing 737 NG pada Jumat 11 Oktober 2019.

3 dari 4 halaman

Garuda Kandangkan Satu Pesawat

Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengandangkan satu unit pesawatnya yang berjenis Boeing 737-800 seri Nex Generation (NG) karena mengalami keretakan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan pihaknya telah melaporkan hal ini ke pihak Boeing dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

" Dari 3 pesawat Garuda yang sudah mencapai 30 ribu cycles (siklus terbang), kami temukan satu yang retak. Langsung kami grounded," tuturnya kepada Liputan6.com, Selasa (15/10/2019).

4 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Lion Air?

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala menegaskan dari pihaknya belum ada yang terindikasi mengalami keretakan.

" Saat ini umur pesawat Lion Air pada 25.000 flight cycle data atau masih di bawah 30.000," ujarnya.

" Untuk pemeriksaan, perawatan akan terus dilakukan sesuai airworthines directive (AD) atau perintah dari lembaga berwenang seperti FAA, EASA atau DKPPU yang harus dikerjakan secara mutlak jika pesawat udara terdaftar dalam AD tersebut, dengan interval tertentu guna menjaga kelaikudaraan," tambah dia.

Sebelumnya, Boeing Co menemukan ada 38 retakan struktural pada pesawatnya berjenis 737-NG di seluruh dunia. Temuan ini membuat Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat meminta perusahaan maskapai penerbangan yang mengoperasikan 737-NG memeriksa seluruh kondisi pesawatnya.

Adapun FAA mencatat ada 165 dari 200 Boeing 737 NG yang terhitung sudah tua mengalami retakan struktural. Sejumlah kecil pesawat yang berbasis di Amerika Serikat dan telah berhenti beroperasi sementara. Boeing tengah mempersiapkan instruksi untuk perbaikan dan pergantian bagian-bagian yang rusak.

(Sumber: Liputan6.com/Arthur GideonBawono Yadika)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik