Aksi Boikot Hancurkan Penjualan Mobil Jepang Di Korea (Foto: Shutterstock)
Dream - Hubungan diplomatik yang memanas antara Korea Selatan dan Jepang menuai korban. Angka ekspor mobil Jepang ke Negeri Ginseng itu anjlok sampai 60 persen akibat aksi boikot yang dilakukan warga Korea.
Imbauan boikot muncul setelah ketegangan Perang Dagang kedua negara yang dipicu pembatasan ekspor material chips ke Korea oleh Jepang.
Kebijakan itu disambut warga Korea dengan melakukan aksi boikot berbagai produk Jepang mulai dari mobil sampai bir sejak awal Juli lalu.
Mengutip data Asia.nikkei.com, Rabu, 9 Oktober 2019, data terbaru Asosiasi importir dan distributor mobil Korea menyebutkan penjualan mobil Jepang terjun bebas 57 persen pada Agustus lalu menjadi 1.400 unit.
Produsen otomotif Jepang hanya mencatat pangsa pasar impor kendaraan baru di Korea sebesar 5 persen bulan lalu. Pada di awal tahun, mereka bisa menguasai 16 persen pasar mobil impor di negeri tersebut.
Produsen ternama Jepang, Toyota Motor, Honda Motor, dan Nissan Motor telah merasakan dampak dari penurunan penjualan tersebut.
Perang Dagang Korea-Jepang justru menjadi berkah bagi produsen otomotif dari Eropa. Pangsa pasar penjualan mobil dari Benua Biru itu meningkat.
Saat ini pangsa pasar otomotif Korea dikuasai Hyundai Motor sebesar 70 persen.
Tak hanya sektor otomotif, industri pariwisata Jepang juga perlahan-lahan mulai terkena imbas aksi boikot ini. Dilaporkan banyak traveler menghindari travel ke Jepang dan memaksa maskapai Korea memangkas jadwal penerbangan ke Negeri Matahari Terbit tersebut.
Sementara kedua pemerintah masih bersitegang dengan eskalasi Perang Dagang baru di Asia ini. (Sah/Asia.Nikkei.com)
https://asia.nikkei.com/Spotlight/Japan-South-Korea-rift/Japanese-autos-lose-market-share-to-Europeans-in-South-Korea