Indeks Syariah Menguat Berkat Aksi Beli Jelang Penutupan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 Agustus 2018 16:52
Indeks Syariah Menguat Berkat Aksi Beli Jelang Penutupan
Sentimen positif deklarasi capres-cawapres masih terasa.

Dream - Pelaku pasar saham Indonesia sepertinya sudah menyesuaikan diri dengan isu politik dari pencalonan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres 2019. Setelah kemarin ditutup melemah, bursa saham Indonesia kini kembali ke zona hijau. 

Tanda-tanda pasar mulai tenang menghadapi rius Pilpres 2019 terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang maish bertahan di atas level 6.000. Penguatan juga terjadi pada tiga indeks acuan saham syariah. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 10 Agustus 2018, Indek Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,182 poin (0,10%) ke level 179,700. Indeks dibuka menguat di level 179,774 dan terus bertahan positif sampai penutupan sesi pagi.

Tekanan jual sempat terjadi 1,5 jam setelah pembukaan sesi siang. ISSI terpleset masuk zona merah dan jatuh ke level terendah di 179,002. Adanya aksi jual beberapa menit jelang penutupan sukses mendorong ISSI balik ke zona positif. 

Hal yang sama terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII ditutup menguat dengan menanjak 0,785 poin (0,12%) ke level 664,876. Begitu pula dengan JII70 yang naik 0,162 (0,07%) ke levl 222,607.

IHSG jelang akhir pekan ini ditutup menguat 11,917 poin (0,20%) ke level 6.007,173.

Meski menguat, pemodal sedikit mengerem aksi jual beli saham syariah. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, nilai transaksi perdagangan mencapai Rp3,49 triliun dari 40,27 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Tekanan jual justru datang dari para pemodal asing. Hingga akhir pekan ini, asing masih mencatat nett sell dan terus beranjak naik. Hari ini aksi jual asing pada saham syariah mencapai Rp471 miliar. 

Investor lebih suka melepas sahamnya di sketor pertanian dan industri aneka. Alhasil, kedua indeks sektoral ini terkoreksi 1,9 persen dan 1,34 persen.

Sebaliknya, investor tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor properti dan barang konsumsi yang maisng-masing mengaut 1,09 persen dan 0,74 persen.

Harga saham UNVR menanjak Rp550, LPPF Rp175, BRPT Rp105, PTBA Rp90, dan WSKT Rp80.

Sebaliknya, saham ITMG terkoreksi Rp325, UNTR Rp325, ASII Rp100, EXCL Rp90, dan INCO Rp90.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih stagnan di level Rp14.432 per dolar AS.

(Sah)

Beri Komentar
Ditemukan Luka Tembak Pada Jenazah Karyawan Istaka Karya