Alhamdulillah! Keuangan Syariah di Eropa Makin Populer

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 31 Januari 2017 14:43
Alhamdulillah! Keuangan Syariah di Eropa Makin Populer
Ada dua negara yang menjadi pusat perkembangan keuangan syariah di Eropa.

Dream - Sistem syariah di sektor perbankan dan industri keuangan perlahan-lahan mulai diterima masyarakat dunia. Meski berlabel Islam, sistem ini telah menembus kehidupan negara non muslim.

Salah satu kesuksesan sistem keuangan syariah dapat dilihat di negara Eropa.

Di seluruh dunia, aset keuangan syariah diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 3,5 triliun pada 2021 dari sebelumya US$ 2 triliun.

Mengutip laman Arabnews dari laporan Thompson Reuter's Islamic Finance Development " Resilient Growth" yang dipublikasikan pada 2016, saat ini telah ada 622 institusi di seluruh dunia yang menyediakan pendidikan keuangan syariah.

Negara Eropa menunjukan minta yang besar pada pendidikan keuangan syariah. Saat ini 109 institusi menyediakan pendidikan keuangan syariah dengan 63 diantaranya berada di Inggris.

Negeri Ratu Elizabeth ini sendiri pertama kali menerbitkan surat utang syariah bernilai US$ 250 juta.

" Keuangan syariah diminati investor yang menguatakan etika atau mereka yang ingin membuat bisnis yang sesuai prinsip syariah," kata Farmida Bi, Head of Islamic Finance kawasan Eropa dari Norton Rose Fulbright.

" Mereka tertarik dengan peluang pembiayaan yang ditawarkan keuangan syariah, baik sebagai investor maupun sebagai upaya merespon pemintaan dari masyarakat muslim."

Inggris yang menjadi tempat tinggal bagi 3 juta muslim, memimpin industri keuangan syariah di Eropa. Di negara ini telah berdiri bank umum syariah, Al-Rayan Bank yang sebelumnya bernama Islamic Bank of Britain.

Keuangan syariah menunjukan perkembangan pesatnya dalam 10 tahun terakhir. Salah satu gedung tertinggi di Eropa, disebutkan dibiayai oleh instrumen yang menerapkan prinsip syariah.

Selain Inggris, keuangan syariah juga menarik perhatian Spanyol. Salah satu sekolah ternama di negeri ini, IE Business School, telah memiliki pusat pendidian yang menjadi pusat pendidikan dan penelitian keuangan syariah .

General Coordinator dari Saudi-Spanish Center for Islamic Economics and Finance (SCIEF), Gonzalo Rodríguez mengatakan, masih ada kekurangan pengetahuan tentang keuangan syariah.

" Setelah krisis keuangan (2008), bank yang menerapkan etika dalam bisnisnya semakin populer, terutama di kalangan generasi muda," katanya.

Meski pendidikan tentang keuangan dan perbankan syariah belum terlalu banyak di Spanyol, model ini justru semakin populer di kalangan mahasiswa keuangan yang berharap bisa mendapatkan pengalaman internasional.(Sah)

Beri Komentar