Menag Ungkap Beda Bank Wakaf dan Bank Syariah

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 26 Januari 2017 14:15
Menag Ungkap Beda Bank Wakaf dan Bank Syariah
Bank wakaf nantinya akan mengelola wakaf dari masyarakat. Apa bedanya dengan bank syariah yang sudah ada?

Dream - Presiden Joko Widodo berencana mendirikan bank wakaf untuk mengurangi angka kemiskinan di Tanah Air. Rencana tersebut disampaikan dalam rapat terbatas pada Rabu, 25 Januari 2017.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menjelaskan, nantinya aktivitas bank wakaf lebih diarahkan pada pengelolaan dana ventura atau dana investasi pihak ketiga.

" Pendekatannya bukan bank, tapi lebih ke dana ventura. Jadi intinya adalah beberapa dana wakaf itu, karena tanah wakaf itu luar biasa banyaknya, perlu didayagunakan supaya tidak idle (nganggur) seperti itu," kata Lukman di Yogyakarta, Rabu, 25 Januari 2017.

Melalui bank wakaf ini, tambah Lukman, pemerintah ingin menggerakkan ekonomi organisasi masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar Ormas mampu mandiri dari sisi ekonomi dan membuat para anggotanya sejahtera.

" Dan kita sekaligus ingin gerakkan ekonomi umat melalui ormas, karena ormas kan banyak sekali, kita ingin lakukan sinergi antara beberapa komponen ini agar nilai kemanfatannya lebih luas," ucap dia.

Selanjutnya, Lukman menjelaskan bank wakaf ini nantinya akan bekerja dengan mengutamakan kepentingan umat.

" Tentu ada perbedaannya dalam hal transkasi, bank syariah kembali ke perusahaan, tapi kalau ini (bank wakaf) lebih kepada umat karena ini dana bergulir," ujar dia.

" Bapak Presiden tadi sampaikan agar betul-betul hati-hati agar alih-alih ingin kembangkam ekonomi umat justru resiko-resiko tidak kita perhitungan," ucap Lukman.(Sah)

Beri Komentar