Turki Bergejolak, Bank Infrastruktur Syariah Tertunda

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 26 Januari 2017 18:44
Turki Bergejolak, Bank Infrastruktur Syariah Tertunda
Namun IDB memastikan komitmen Indonesia, Turki, dan lembaganya masih tetap ada untuk membentuk bank tersebut.

Dream - Rencana pendirian bank infrastruktur syariah yang diinisiasi Indonesia dengan Turki hingga kini belum terwujud. Bank Pembangunan Islam (IDB) mengungkapkan salah satu kendala tertundanya pembentukan komite dipicu gejolak politik yang terjadi di Turki.

" Masih dalam kajian, ada beberapa penundaan karena situasi di Turki, tapi dua pihak baik Indonesia maupun Turki telah mendiskusikan materinya dan apa yang akan dihadapi ke depan. Tentu IDB tak hanya mendukung ekuitas baik Indonesia dan Turki. Kita dalam proses untuk membentuk komite," ujar Resident Representative and Director Islamic Development Bank (IDB) Group Country Gateway Office Indonesia, Ibrahim Ali Shoukry di Yogyakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

Ali mengaku belum mengetahui secara pasti modal awal pembentukan bank infrastruktur syariah tersebut. Tetapi dia menegaskan Turki dan Indonesia telah berkomitmen untuk segera membentuknya.

" Semuanya tak tentu, kita tahu Indonesia berkomitmen, Turki berkomitmen, IDB juga. Kita sekarang perlu melihat apa yang akan dilakukan Turki, tapi saya lihat komitmen itu masih ada," ucap dia.

Pada bagian lain, Ali mengungkapkan selama ini IDB telah memberikan US$1 miliar, setara Rp13,3 triliun kepada pemerintah Indonesia pada 2016. Bantuan tersebut diberikan untuk membantuk sektor pendidikan di Indonesia.

" Dan pada pertengahan Februari kita mengajukan ke Direktur, 6 Universitas Islam di Indonesia US$214 juta (setara Rp2,8 triliun). Jadi kita terus mendukung, pendidikan merupakan yamg tertinggi untuk 2016. Kita sampai UD$1 miliar. Tahun ini juga akan mendekati nilai itu," ujar dia.(Sah)

Beri Komentar