Lebih Disukai, Sukuk Ini Kebanjiran Peminat Sampai Rp3 T

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 26 Januari 2017 13:46
Lebih Disukai, Sukuk Ini Kebanjiran Peminat Sampai Rp3 T
Instrumen keuangan syariah ini diterbitkan dalam bentuk dolar AS.

Dream – Sebuah perusahaan Afrika, Africa Finance Corporation (AFC) merilis sukuk perdana senilai US$150 juta (Rp1,99 trilun—dibulatkan menjadi Rp2 triliun). Sukuk yang bertenor tiga tahun ini pun kebanjiran peminat.

Dilansir dari Salaam Gateway, Kamis 26 Januari 2017, sukuk yang bertenor 3 tahun ini dirilis dalam valuta asing (valas) berbentuk dolar AS. Dari hasil penawaran, AFC mendapatkan kelebihan permintaan hingga US$230 juta (Rp3,06 triliun), padahal harapan dana yang dihimpun itu sebesar US$100 juta (Rp1,33 triliun).

Sayangnya, tidak disebutkan berapa persen bagi hasil yang ditawarkan oleh sukuk korporasi ini. Begitu pun dengan tujuan pasti penerbitan sukuk.

“ Sukuk ini mencerminkan batu loncatan bagi aktivitas keuangan kami untuk membangun hubungan baru,” kata Chief Executive Officer AFC, Andrew Ali, dalam pernyataannya.

Analis mengatakan penerbit surat utang di Afrika menyukai sukuk daripada obligasi. Alasannya, biaya sukuk lebih murah daripada obligasi, terutama ketika bunga di pasar sedang tinggi.

Sekadar informasi, AFC ini dibangun oleh pemerintah negara Afrika dan sektor privat pada tahun 2007. Tujuannya untuk memobilisasi investasi terhadap sektor infrastruktur di seluruh Afrika. Perusahaan berbasis di Nigeria ini telah menanamkan modal lebih dari US$4 miliar (Rp53,21 triliun) di 26 negara.

Sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan ini menggunakan skema murabahah dan mendapatkan rating AAA. AFC pun menunjuk Emirates NBD Capital, MUFG, dan Rand Merchant Bank sebagai penjamin emisi utama (bookrunner) sukuk tersebut.

Beri Komentar