Aset Bank Syariah Bakal Naik Rp40 Triliun, Ini Rinciannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 November 2016 17:13
Aset Bank Syariah Bakal Naik Rp40 Triliun, Ini Rinciannya
Perbankan syariah akan mendapatkan tambahan aset hingga Rp40 triliun pada tahun 2017.

Dream - Pakar ekonomi syariah memprediksi aset perbankan syariah akan bertambah pada tahun depan. Jumlahnya diprediksi sebesar Rp33 triliun-Rp40 triliun.

" Tambahan aset ini berasal dari beberapa perubahan yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2017," kata Presiden Direktur Karim Consulting, Adiwarman Azwar Karim, dalam acara " Embracing The Future of Islamic Banking" di Jakarta, Rabu 9 November 2016.

Adiwarman mengatakan tambahan ini berasal dari proses konsolidasi bank umum syariah (BUS), konversi bank konvensional ke BUS, dan ekspansi usaha bank.

Pada tahun 2017, akan ada tambahan aset dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) sebesar Rp4 triliun pasca konsolidasi. Aset bank syariah ini diprediksi bertambah dari Rp75 triliun pada Desember 2015 menjadi Rp79 triliun pada Desember 2017.

Yang kedua adalah konversi. Bank NTB sedang memproses konversi dari bank konvensional menjadi bank syariah dan diprediksi rampung pada akhir tahun 2017.

" Apabila berhasil, Bank NTB akan menyumbangkan tambahan aset bagi perbankan Indonesia hingga Rp8 triliun," kata dia.

Adiwarman mengatakan tambahan aset ini juga berasal dari ekspasi bisnis mikro, bisnis properti, bisnis UMKM, dan bisnis multiguna. Untuk bisnis mikro, dia memproyeksi ada 5 BUS yag berekspansi di sektor mikro pada tahun depan dan jumlah aset yang akan disumbangkan hingga Rp4 triliun.

Untuk ekspansi properti, Adiwarman mengatakan ada 7 BUS dan 5 Unit Usaha Syariah (UUS) yang berekspansi di sektor ini. Jumlah aset yang disumbangkan sebesar Rp8 triliun-Rp12 triliun.

Untuk ekspasi UMKM, diprediksi ada 10 BUS dan 12 UUS yang akan mengembangkan bisnis ini. Prediksi aset yang disumbangkan sebesar Rp4 triliun-Rp5 triliun.

Akan ada 6 BUS dan 20 UUS yang akan berekspansi ke sektor multiguna. " Pada tahun 2017 diproyeksikan jumlah aset yang disumbangkan BUS dan UUS hingga mencapai Rp5 triliun-Rp7 triliun," kata dia. (Ism)

Beri Komentar