Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Dibanjiri aksi beli investor asing, bursa saham syariah Indonesia menguat signifikan. Emiten industri dasar dan barang konsumsi kali ini menjadi buruan pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 6 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,498 poin (1,74%) ke level 145,87.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut melambung 14,959 poin (2,50%) ke level 612,223.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak nyaman di zona positif. Bahkan ISSI sempat melesat ke level tertinggi di 146,907. Sementara JII terbang ke level 618,821.
Besarnya aksi beli investor di pertengahan pekan ini membuat investor lokal semakin berani terjun ke pasar. Investor bahkan mengguyur lantai bursa Rp 4,03 triliun untuk mentransaksikan saham-saham syariah.
Meski cukup besar, hanya 92 emiten syariah yang menjadi buruan dan masuk zona hijau. Sisanya, 79 emiten ISSI terjun melemah dan 53 lainnya bertahan stagnan.
Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat 22 emiten JII ditutup menguat.
Saham UNVR dan INTP kali ini memuncai daftar top gainer indes JII usai menguat Rp 1.750 dan Rp 1.025. Penghuni lainnya adalah ICBP yang naik Rp 875, LPPF Rp 600, dan JSMR Rp 500 per saham.
Sementara emiten ASII yang kemarin diburu investor kini berbalik melemah. Menghuni top losser, ISSI trun Rp 50 per saham diikuti MPPA Rp 40, SSMS Rp 35, LSIP Rp 30, dan MIKA Rp 20 per saham.
Kenaikan signifikan juga dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 51,160 poin (1,12%) ke level 4.608,982.
Dengan dana membanjiri lantai bursa hingga Rp 5,89 triliun, investor asing mengambil posisi nett buy Rp 385 miliar. Angka ini naik signifikan dibandungkan dua hari terakhir.
Kondisi berbeda justru melanda pasar keuangan. Rupiah yang menguat sejak awal tahun kali ini justru berbalik melemah. Rupiah turun 48 poin (0,35%) menjadi 13.940 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya