Asing Borong Saham, Bursa Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 20 November 2015 16:23
Asing Borong Saham, Bursa Syariah Ditutup Menguat
Hanya indeks sektor pertambangan yang masuk zona merah.

Dream - Kembalinya asing ke lantai bursa mendorong indeks syariah menutup perdagangan di zona hijau. Ini adalah kali pertama, dalam 8 hari terakhir, investor asing membukukan nett buy diatas Rp 100 miliar.

Saham-saham di sektor infrastruktur menjadi buruan investor jelang libur akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 20 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 1,697 poin (1,19%) ke level 144,327.

Aksi rebound juga berhasil diukir indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Disokong 18 emiten yang bergerak menguat, JII naik 7,686 poin (1,29%) ke level 604,545.

Dua indeks acuan saham syariah ini sempat membuat khawatir kala berbalik melemah di awal sesi perdagangan. Padahal ISSI dan JII dibuka menguat.

Munculnya aksi beli investor yang dimotori pemodal asing akhirnya membawa ISSI yang sempat turun ke level terendah 142,563, kembali bergairah. Alhasil, ISSI menyentuh level tertingginya di sesi penutupan.

Aksi beli investor mendorong 96 emiten syariah menyambut akhir pekan di zona positif. Sebanyak 18 lainnya merupakan saham-saham unggulan syarah. Malang, 68 emiten ISSI lainnya tak bisa keluar dari aksi jual.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,82 triliun dengan 30,35 miliar saham berpindahtangan.

top gainer indeks bluechips syariah kali ini dihuni oleh UNVR yang naik Rp 550, ICBP Rp 275, LPPF Rp 225, SILO Rp 125, dan SCMA Rp 110 per saham.

Sebaliknya, top losser JII diisi oleh UNTR yang turun Rp 125, AALI Rp 100, PGAS Rp 75, INCO Rp 60, dan INTP Rp 25 per saham.

Berbalik arahnya laju sebagian besar indeks sektoral juga sukses mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau. IHSG yang dibuka melemah akhirnya bisa ditutup positif dengan kenaikan 42,394 poin (0,94%) ke level 4.561,334.

Selain emiten sektor infrastruktur, motor penggerak bursa hari ini berasal dari saham properti yang naik 1,52 persen, industri dasar 1,28 persen, dan barang konsumsi 1,18 persen.

Emiten pertambangan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang bergerak melemah sebesar 0,75 persen.

Beri Komentar