Ilustrasi
Dream - Banjir dana asing membuat laju indeks saham acuan cukup ringan di zona hijau. Lebih dari separuh saham bluechips syariah bahkan terangkat ke zona hijau.
Aksi beli pelaku pasar juga sempat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh rekor terbarunya di level 5.348,841.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 4 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,513 poi (0,30%) ke level 171,462.
Sepanjang perdagangan saham kali ini, ISSI tampak nyaman di zona hijau. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 172,519.
Pemodal cukup aktif menggelar aksi jual beli saham syariah. Tercatat 41,70 miliar saham ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp 5.49 triliun.
Aksi ini menggiring 89 emiten syariah melaju ke zona hijau. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan saham syariah yang terseret ke zona merah sebanyak 96 emiten.
Kenaikan signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) terbantu aksi beli pelaku pasar jelang sesi penutupan.
JII sore ini mengakhir perdagangan dengan menguat 4,081 poin (0,58%) ke level 708,719. Kenaikan ditopang menguatnya harga saham dari 17 emiten sedangkan 9 lainnya tertinggal di zona merah.
Transaksi perdagangan saham unggulan syariah mencapai Rp 3,31 triliun dengan 11,14 miliar saham yang beralihtangan.
Kinerja cukup memuaskan justru melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bergerak positif sejak bel perdagangn berbunyi, IHSG menutup perdagangan dengan menguat 23,566 poin (0,45%) ke level 5.315,284.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.348,841, atau rekor baru yang pernah disentuh indeks saham acuan BEI ini. Posisi terendah IHSG hanya dicapai di level 5.298,120.
Lantai BEI cukup ramai dipenuhi aksi jual beli pelaku pasar. Sebanyak 62,53 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai Rp 8,12 triliun.
Pemodal asing tampak cukup bernafsu menambah portofolionya di BEI. Terbukti asing mencatat nett buy hingga Rp 866,52 miliar atau lebih dari dua kali lipat dari penutupan kemarin.
Meski menguat, tak seluruh indeks saham sektoral berakhir di zona hijau. Emiten sektor pertanian mencatat penurunan tertinggi sebesar 0,95 persen. Diikuti emiten properti 0,93 persen dan barang konsumsi 0,23 persen.