Sentimen Domestik Bikin Indeks Syariah KO

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 4 November 2019 16:58
Sentimen Domestik Bikin Indeks Syariah KO
Tapi, pelemahan pasar modal syariah tak pengaruhi pasar uang.

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 4 November 2019. Seneimtn negatif dari dalam negeri memaksa investor menjauh dari lantai bursa.

Setelah rilis inflasi Oktober 2019 di bawah ekspektasi, investor memantau rilis kinerja emiten untuk kinerja kuartal III yang tak memuaskan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengawali pekan ini dengan melemah 0,608 poin (0,32%) ke level 188,116 di sesi pra-pembukaan. ISSI kembali menanjak ke level 189,177 saat bel perdagangan berbunyi.

Sayang laju menanjak ISSI hanya bertahan 15 menit jelang sesi penutupan pagi. ISSI menutup sesi pertama di zona merah di level 188,680. 

Aksi jual investor memaksa ISSI menghabiskan sesi perdagangan kedua di zona negatif. ISSI yang menyentuh level tertinggi di 189,725, terjun ke teritoriti merah hingga perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terpangkas 4,053 poin (0,59%) ke level 681,192. Sementara indeks JII70 tergelincir 0,956 poin (0,41%) ke level 231,261.

Adanya sentimen negatif dari dalam negeri memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini melemah 26,847 poin (0,43%) ke level 6.180,344.

1 dari 6 halaman

Rupiah Malah Perkasa

Investor menahan diri untuk melantai di surga. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor properti, barang konsumsi, dan industri aneka. Indeks sektor properti melemah 1,81 persen, barang konsumsi 1,47 persen, dan industri aneka 1,16 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian menanjak 1,77 persen, infrastruktur 1,25 persen, industri dasar 0,01 persen, dan perdagangan 0,01 persen,

Emiten syariah yang bertengger di top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp875, AALI Rp375, TGKA Rp250, HEXA Rp150, dan BTPS Rp110.

Saham-saham top loser kali ini adalah SONA yang harganya merosot Rp1.000, INTP Rp800, BYAN Rp750, UNVR Rp675, dan ICBP Rp275.

Pada 16.26, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam terjungkal 44 poin (0,31%) ke level Rp13.994 per dolar AS.

2 dari 6 halaman

Investor Jual Saham, Rupiah Ikut Terjungkal

Dream - Indeks syariah kembali melemah penutupan perdagangan perdana November 2019. Pelaku pasar enggan turun ke lantau bursa karena tekanan dalam dan luar negeri.

Angin dari pasar dunia datang dari sentimen pemangkasan suku bunga The Fed ketiga kalinya, namun diikuti isyarat siklus pelonggaran akan dihentikan. Namun masih muncul kabar baik dari akan adnaya perjanjian awal gencatan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dari dalam negeri, pelaku pasar disuguhi sentimen laporan perekonomian terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi Oktober 2019 sebesar 0,02 persen.

Tekanan jual dari investor akhirnya mendorong indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah.

 

 

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,769 poin (0,41%) ke level 188,724. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di 189,311. ISSI sempat terangkat ke 189,692, tapi gagal bertahan.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terguling 1,679 poin (0,24%) ke level 685,245.

Indeks JII70 juga terpeleset 0,862 poin (0,37%) ke 232,217.

Adanya aksi jual investor mendorong IHSG terguling 21,126 poin (0,34%) ke 6.207,191.

3 dari 6 halaman

Investor Jual Saham, Rupiah Ikut Terjungkal

Indeks sektor aneka anjlok 1,87 persen, diikuti dengan pertambangan 1,80 persen, dan infrastruktur 1,58 persen, dan properti 1,06 persen.

Hanya indeks industri dasar yang menguat sebesar 1,35 persen dan keuangan 0,33 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adakah INPS yang harganya melesat Rp900, CPIN Rp550, INTP Rp525, DSSA Rp325, dan BYAN Rp250.

Sebaliknya, emiten-emiten syariah yang bertengger di posisi top loser adalah ITMG Rp650, LUCK Rp325, KINO Rp300, MAPA Rp275, dan PRDA Rp250.

Sentimen negatif ini melemahkan rupiah. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS menguat 23 poin (0,16%) ke level Rp14.065 per dolar AS.

4 dari 6 halaman

Indeks Syariah Tak Lagi Menanjak, Rontok Sepanjang Perdagangan

Dream - Indeks syariah bergerak lemah setelah melaju positif sepanjang tiga hari perdagangan. Laju indeks ini mengikuti Indeks Harga Saham Gabungan yang juga rontok pada penutupan perdagangan Bursa Ecek Indonesia, Kamis, 31 Oktober 2019

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) lansung terjun ke teritori merah saat perdagangan baru dimulai kurang dari satu menit. Hingga sesi perdagangan berakhir, tak sekalipun ISSI berhasil keluar dari tekanan.

Menutup perdagangan hari ini, ISSI terpangkas sampai 2,445 poin (1,27%) ke level 189,493.

Tekanan kuat juga dialami dua indeks saham beluchips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) yang kemarin sudah bergerak melemah, kali ini kembali turun 12,425 poin (1,78%) ke level 686,924.

Sementara Indeks JII70 menyusul JII dengan turun 3,474 poin (1,47%) ke level 233,079.

Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia memang mengalami koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 67,43 poin (1,07%) ke 6.228,317.

Hasil ini tak sesuai dengan prediksi. Padahal, para analis memperkirakan ada momentum kenaikan indeks yang akan berlanjut meskipun pasar masih didera oleh aksi jual.

Aksi jual saham terjadi di hampir semua indeks sektor, terutama di pertambangan, infrastruktur, dan industri dasar. Indeks pertambangan terjun bebas 3,62 persen. infrastruktur 3,16 persen, dan industri dasar 1,35 persen.

Hanya ada satu indeks yang menguat, yaitu pertanian sebesar 0,22 persen.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Menghijau, Saham Properti Jadi Buruan

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 29 Oktober 2019. Penguatan pasar modal syariah mematahkan prediksi analis akan adanya koreksi.

Pada analis sebelum memperkirakan laju bursa saham Indonesia akan bergerak melemah seiring kondisi pasar yang sudah jenuh beli. Sentimen pertemuan The Federal Reserves pada 29-30 Oktober 2019 diyakini akan membuat pelaku pasar memilih aksi wait and see.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan menanjak pelan 0,519 poin (0,27%) ke level 191,590. ISSI berhasil keluar tekanan jelang sesi penutupan setelah dibuka melemah level 190,862 saat sesi prapembukaan.

 

 

Sepanjang perdagangan ISSI bergerak fluktuatif setelah beberapa kali melaju di dua zona. ISSI baru menyentuh levelnya di sesi penutupan. 

Penguatan jelang penutupan juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 2,598 poin (0,37%) ke level 699,453. Sementara indeks JII70 merangkak 0,865 poin (0,37%) ke level 236,535.

Adanya aksi beli jelang sesi penutupan membantu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali masuk zona hijau. IHSG naik 15,754 poin (0,25%) ke level 6.281,138.

6 dari 6 halaman

Siapa Pencetak Top Gainer dan Top Loser?

Investor meramaikan lantai saham dengan berburu saham di sektor properti dan infrastruktur. Alhasil, dua indeks sektor ini masing-masing melesat 1,47 persen dan 1,07 persen.

Sebaliknya, indeks saham-saham di sektor barang konsumsi bergerak lemah 0,48 persen, manufaktur 0,08 persen, pertambangan 0,06 persen, dan perdagangan 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya naik Rp1.225. Diikuti INPS Rp300, HEAL Rp260, INTP Rp250, dan AALI Rp225 per saham.

Sebaliknya saham bluechips syariah menderita kekalahan hari ini. Top losser saham syariah dipimpin CPIN yang terkoreksi Rp200, INDF Rp200, IPCC Rp180, ITMG Rp150, dan BTPS Rp130.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada sore ini naik tipis. Pada perdagangan pukul 16.34 WIB, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 6 poin (0,04%) ke level Rp14.021 per dolar AS.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya