Bangun Vila Cuma Minta Tarif Rp171 Juta, Iklan Ini Jadi Sasaran Bully

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Juni 2019 19:15
Bangun Vila Cuma Minta Tarif Rp171 Juta, Iklan Ini Jadi Sasaran Bully
Mengapa?

Dream – Pernahkah kamu membeli barang tanpa ragu karena harga barang terlihat baik? Promo-promo yang bertaburan kadang membuat kita menjadi lebih boros dan belanja barang-barang yang tak perlu.

Tapi, bagaimana jika ini terjadi saat kamu ingin membeli barang dengan uang yang sangat banyak, misalnya membeli rumah?

Bagi sebagian besar orang, membeli rumah ini merupakan pengalaman sekali dalam seumur hidup. Keputusan yang salah bisa membuatnya menderita.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 17 Juni 2019, ada sebuah iklan pembangunan bungalow yang tidak masuk akal. Viral Media Johor memberitakan ada jasa pembangunan rumah senilai 50 ribu ringgit (Rp171,71 juta). Jasa iklan ini disiarkan secara online.

 

 Iklan bunglow.

“ Sangat cantik. Sebuah rumah bisa dibangun senilai 50 ribu ringgit. Rumahnya semi modern. Jenis ini cocok dibangun di kampung,” tulis iklan itu.

1 dari 1 halaman

Tak Logis

Salah seorang warganet, @alwinhimself, mengatakan iklan ini tidak logis. Masalahnya, rumah senilai 50 ribu ringgit sulit dibangun di pusat kota. Pria ini mengaku bekerja di bidang konstruksi dan menyebut biaya pembangunan rumah senilai Rp100 jutaan itu sebagai penipuan.

Dia juga mengatakan ada orang yang tertipu melihat iklan ini. Korban mengeluarkan uang senilai ratusan juta rupiah untuk membeli rumah yang tidak jelas.

“ Ini kasihan bagi orang-orang yang telah menghabiskan tabungan seumur hidup mereka hanya untuk beberapa penjahat yang datang dan memberi tahu bisa mendapatkan rumah dengan harga tertentu. Setelah mendapatkan uang, ‘pengembang’ hanya kabur,” tulis @alwinhimself.

Penipuan ini makan korban yang sebagian besar adalah penduduk desa dan orang-orang tua.

Warganet juga mengatakan harga rumah yang murah itu bisa jadi tidak lengkap. Mungkin tak punya lantai dan langit-langit.(Sah)

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi