Begini Cara Mengatur Duit Biar Tak Pas-pasan, Dijamin Bebas Stres

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 September 2019 09:12
Begini Cara Mengatur Duit Biar Tak Pas-pasan, Dijamin Bebas Stres
Tak jarang masalah uang bikin kita pusing tujuh keliling.

Dream – Uang berkaitan erat dengan stres. Saat dompet tak terisi lembaran kertas berharga, stres bisa menyerang. Tak peduli kamu masih lajang atau sudah menikah.

Apalagi saat tagihan datang di saat uang pas-pasan. Jangankan mencapai tujuan finansial yang menyenangkan, membayar cicilan kartu kredit atau utang saja rasanya sangat berat.

Di sinilah stres datang. Kamu tak bisa berpikir jernih. Semua jalan keluar seperti tertutup. Lantas, bagaimana cara menghindari stres karena masalah uang?

Dikutip dari Fimela, Senin 16 September 2019, pertama kamu bisa mengendurkan analitik. Banyak orang mengharapkan uang datang secara ajaib. Hal ini disebut sebagai kelumpuhan analisis dan berpotensi meningkatkan stres.

Uang adalah tentang kehidupan dan kamu tidak akan benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, seperti pengeluaran bisa menjadi matematika yang rumit.

Untuk mendekati anggaran yang lebih fleksibel, berusahalah untuk tetap on track antara pemasukan dan pengeluaran yang kamu lakukan.

1 dari 6 halaman

Mengulang Anggaran Secara Teratur

Kedua, kamu bisa mengulang anggaran secara teratur. Pembicaraan berulang tentang pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan akan memberitahumu tentang sesuatu. Ini adalah tentang kejujuran tentang uang yang kamu gunakan dan memperkecil stres.

Ketiga, menyediakan waktu untuk memprediksi hal-hal yang akan terjadi. Banyak pengeluaran yang terasa tidak terduga sebenarnya mengikuti pola yang dapat diprediksi.

Keempat, meluangkan waktu untuk berbicara tentang uang dengan pasangan. Jika sudah punya pasangan, luangkan waktu setiap hari. Setidaknya 30 menit untuk berbicara tentang uang dengan pasangan.

Walaupun bukan topik yang menyenangkan, pahamilah pembicaraan ini takkan berlangsung selamanya. Tujuannya adalah menjaga agar kamu dan pasangan memiliki rasa aman secara emosional. Masih sering stres karena masalah uang?

2 dari 6 halaman

Tips Melunasi Utang Konsumtif, Cicilan Kelar dan Uang Bulanan Aman

Dream – Selain pengeluaran lebih besar pemasukan, masalah keuangan lain yang dihadapi banyak orang adalah tagihan utang yang membengkak. Salah satunya banyak berasal dari godaan pemakaian kartu kredit. Apalagi sekarang pengajuan aplikasi bank untuk kepemilikan kartu kredit semakin mudah dan membuat siapapun bisa memilikinya.

Jika kamu pintar dan bijak menggunakannya, kartu kredit bisa jadi penolong karena banyaknya program promosi. Namun saat nafsu sudah menguasai diri, aktivitas belanja menggunakan kartu kredit bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan.

Si pengguna akan menggunakan kartu kredit untuk memenuhi keinginan semata. 

Founder PT Solusi Finansialku Indonesia, Melvin Mumpuni, menjelaskan, kredit konsumtif pada prinsipnya membelanjakan uang untuk barang yang nilainya akan terus berkurang.

“ contohnya pinjaman untuk liburan, beli smartphone, dan lainnya,” tulis Melvin dalam bukunya “ Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True”.

Menurut Melvin, tak ada cara lain untuk keluar dari jerat utang selain menghentikan pinjaman baru.

Saat langkah pertama ini sudah kamu lakukan, selanjutnya bersiaplah dengan aksi penyelamatan keuangan dengan melunasi semua cicilan. Melvin menyarankan untuk membuat daftar cicilan utang, sisa pokok, cicilan bulanan, dan bunga. 

3 dari 6 halaman

Utang Mana Dulu Dilunasi?

Selanjutnya, urutkan daftar utang yang akan dilunasi terlebih dahulu. Ada dua pendekatan yang bisa digunakan untuk mengurutkan utang terlebih dahulu, yaitu melunasi utang dari pokok yang paling kecil dan melunasi utang dengan bunga yang paling besar.

“ Cari penghasilan tambahan untuk membayar pinjaman,” kata dia.

Melvin juga menyarankan untuk membayar sebisa mungkin cicilan di atas pembayaran minimum. Plus, membayar angsuran tepat waktu.

Untuk kredit mobil dan rumah, usahakan membayar tepat waktu dan sesuai jumlah.

4 dari 6 halaman

Bijak `Ngebom` Utang Kartu Kredit

Ada satu hal yang ditekankan Melvin. Kamu harus berhati-hati ketika ingin mempercepat pelunasan. Sebab, ada biaya administrasi tambahan yang dikenakan jika biaya pelunasan dipercepat.

“ Saat melunasi utang, jangan lupa siapkan dana darurat,” kata dia.

Melvin juga menyarankan untuk membeli asuransi jiwa pertanggungan. Jika terjadi apa-apa kepadamu, aset dan utang bisa diwariskan kepada ahli waris. 

5 dari 6 halaman

Generasi Milenial Lebih Suka Utang daripada Investasi?

Dream – Generasi milenial cenderung belum paham investasi. Saat ini diyakini lebih banyak genersi milenial yang punya cicilan utang ketimbang investasi.

“ Milenial di Indonesia, setiap kali ditanya, ada yang punya cicilan Rp1 juta-Rp2 juta per bulan? Banyak. Tapi, (giliran ditanya), ada yang investasi Rp1 juta-Rp2 juta per bulan, (jawabannya), enggak ada,” kata Founder PT Solusi Finansialku Indonesia, Melvin Mumpuni, di Jakarta, ditulis Jumat 30 Agustus 2019.

Menurut Melvin, sebenarnya, generasi Y memiliki uang karena bisa membayar cicilan. Sayangnya, uangnya justru digunakan untuk hal-hal yang konsumtif.

Jika ada milenial yang ingin mencoba berinvestasi, kata dia, yang perlu dilakukan adalah merencakan keuangan. Kalau tak mau repot, mereka bisa coba-coba investasi dengan budget testing—anggaran yang disediakan untuk mencoba investasi.

“ Mulai dulu Rp100 ribu. Setelah tahu hasilnya, optimalkan,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Lalu, Instrumen Apa yang Cocok?

Saat ini, ada beragam instrumen investasi yang tersedia. Misalnya, saham, reksa dana, obligasi, dan emas. Nah, manakah yang cocok untuk generasi milenial?

Melvin mengatakan, investasi yang cocok bagi generasi Y pemula adalah saham, reksa dana, dan peer to peer lending (P2P).

“ Itu paling gampang. Minimal Rp100 ribu. Tinggal setor doing,” kata dia.

Jika ingin berinvestasi, Melvin menyebut dananya disisihkan terlebih dahulu ketika mendapatkan gaji. Setidaknya uang yang disisihkan sebesar 20 persen.

“ Kalau income Rp1 juta, minimal invest Rp200 ribu,” kata dia. 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham