Belanja Wisata Halal Amblas 70 Persen karena Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 November 2020 14:13
Belanja Wisata Halal Amblas 70 Persen karena Covid-19
Lalu, kapan bisa pulih?

Dream – Pandemi Covid-19 membuat industri wisata terkapar, termasuk wisata halal. Pembatasan perjalanan gara-gara virus corona membuat sektor wisata macet total.

Dikutip dari laporan terbaru Dinar Standard dan Salaam Gateway, Ekonomi Islam Global Laporan 2020/2021, Jumat 20 November 2020, belanja perjalanan Muslim pada 2019 diperkirakan mencapai US$194 miliar (Rp2.737,1 triliun).

Karena pandemi, diperkirakan pengeluaran Muslim untuk sektor wisata akan amblas US$136 miliar (Rp189,06 triliun) atau 70 persen menjadi US$58 miliar (Rp818,31 triliun) tahun ini.

Besarnya potensi belanja Muslim di sektor wisata halal disebabkan oleh pembatasan perjalanan. Di samping itu, juga ada pembatalan acara-acara yang bersifat internasional, seperti haji yang dibatalkan Arab Saudi pada tahun ini.

Ada juga penjadwalan ulang Olimpiade 2021 di Tokyo, Jepang, dengan para pemasok dari Malaysia untuk melayani atlet Muslim. Pembatalan olimpiade ini berujung kepada hilangnya potensi pendapatan senilai US$300 juta (Rp4,23 triliun).

Investasi di sektor ini setidaknya berlanjut di tengah situasi yang tidak pasti. Misalnya, Traveloka dari Indonesia yang menggalang dana sebesar US$250 juta (Rp3,53 triliun) dalam pendanaan tambahan. Ada juga tech travel startup Hotel Data Cloud yang berbasis di Uni Emirat Arab, yang mendapatkan US$350 ribu (Rp4,94 miliar) pada pembiayaan awal.

Belanja konsumen di sektor wisata ramah Muslim diperkirakan bisa pulih ke US$195 miliar (Rp2.751,22 triliun) pada 2023.

Walaupun ada prospek suram bagi wisata, sektor ini diharapkan bisa beradaptasi dengan new normal dalam satu dua tahun ke depan. Standards and Metrology Institute for Islamic Countries telah menerbitkan Standar Pelayanan Wisata Halal. Itu berisi panduan untuk mengelola fasilitas dan pelayanan wisata halal.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 3 halaman

Pandemi Covid-19 Pangkas 8 Persen Pengeluaran Muslim Dunia

Dream – Pandemi Covid-19 menyulut reaksi berantai disrupsi ekonomik global dalam satu tahun ini. Bisnis, investor, pemerintahan, dan ekonomi syariah siap-siap terjerat krisis keuangan.

Dikutip dari The State of Global Islamic Indicator Report 2020/2021, Kamis 19 November 2020, warga Muslim diperkirakan akan membelanjakan US$2,02 triliun (Rp28.559,97 triliun) pada 2019. Warga Muslim mengeluarkan uang-uang ini untuk sektor halal, seperti makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, dan wisata.

Angka pengeluaran tersebut naik 3,2 persen year on year jika dibandingkan dengan 2018. Di samping itu, aset keuangan syariah diprediksi mencapai US$2,88 triliun (Rp40.719,17 triliun) pada 2019.

 

© Dream

 

Rinciannya, makanan halal US$1,17 triliun (Rp16.542,16 triliun), fesyen modest US$277 miliar (Rp3.916,39 triliun), media dan rekreasi US$222 miliar (Rp3.138,76 triliun), kosmetika US$66 miliar (Rp993,14 triliun), farmasi US$94 miliar (Rp1.329,03 triliun), dan wisata halal US$194 miliar (Rp2.742,89 triliun).

Namun, serangan virus corona diprediksi bisa memangkas penurunan pengeluaran warga Muslim dunia di sektor ekonomi syariah. Diperkirakan pengeluarannya akan merosot 8 persen.

Pandemi Covid-19 memukul sektor pariwisata halal. Sektor ini tergerus 70 persen akibat serangan Covid-19 dan diikuti oleh farmasi halal 6,9 persen serta media dan rekreasi 3,7 persen. Sektor makanan halal paling sedikit terdampak Covid-19, yaitu hanya turun 0,2 persen pada 2019.

Kabar baiknya, seluruh sektor ekonomi syariah, kecuali wisata halal, diprediksi akan membaik pada 2021. Pengeluaran warga Muslim pada 2024 diperkirakan akan mencapai US$2,4 triliun (Rp33.932,64 triliun) pada 2024.

2 dari 3 halaman

4 Bisnis yang Bisa Jadi Andalan Industri Halal Indonesia

Dream - Bank Indonesia meyakini ada empat sektor bisnis yang bisa berpotensi menjadi sumber pengembangan industri halal nasional. Keempat sektor tersebut adalah sektor pertanian (integrated farming), industri makanan dan fesyen, energi terbarukan (renewable energy), dan pariwisata halal (halal tourism).

 

© Dream

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng dalam sambutan pembukaan FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Regional Sumatera di Padang, Sumatera Barat, secara virtual, Senin, 14 September 2020 mengatakan pengembangan sektor potensial tersebut dilakukan melalui pendekatan rantai nilai halal (halal value chain) yaitu pemberdayaan dan pengembangan ekonomi syariah secara komprehensif.

" Termasuk di dalamnya memperkuat digitalisasi UMKM Syariah (on boarding UMKM) untuk memperluas akses pasar dan pembuatan kanal pembayaran digital melalui QRIS atau QR Indonesian Standard," ujar Sugeng.

 

3 dari 3 halaman

Kebutuhan Produk Halal Higienis

Untuk diketahui, FESyar Regional Sumatera merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Virtual 2020 yang dibuka pada awal Agustus 2020 lalu oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menambahkan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu solusi di masa pandemi Covid-19, karena adanya kebutuhan akan produk halal yang higienis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat sendiri sudah mengeluarkan beberapa ketentuan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah terutama untuk mendukung pengembangan kuliner dan wisata halal.

FESyar Regional Sumatera 2020 yang mengangkat tema “ Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah sebagai Pendorong Ekonomi Regional” dijadwalkan berlangsung selama tujuh (14 – 20 September 2020) secara virtual. Tema itu diambil karena Sumatera yang berbatasan dengan berbagai negara, seperti Singapura dan Malaysia, sehingga diharapkan dapat terjadi hubungan perekonomian yang lebih erat.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar