Demi Pasien Kanker, Bos Grab Rela Cukur Habis Rambut

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 16:36
Demi Pasien Kanker, Bos Grab Rela Cukur Habis Rambut
Dia juga menggalang dana untuk disumbangkan kepada pasien kanker anak.

Dream – Bos Grab, Anthony Tan, memutuskan mencukur habis rambutnya. Keputusan Anthony sebagai bentuk dukungan bagi pasien kanker

Keputusan mencukur rambut yang dilakukan Tan juga menjadi bentuk dukungannya dalam program penggalangan dana sebesar 202.010 dolar Singapura (Rp2,06 miliar).

Dana ini akan disalurkan untuk kampanye Hair for Hope yang digelar Children’s Cancer Foundation.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 31 Juli 2019, Tan menceritakan ibu mertuanya merupakan salah satu pasien pengidap kanker.

Istrinya, Chloe, mengingat benar momen memilukan saat sang ibu harus kehilangan rambutnya, karena menjalani pengobatan dari kanker yang menggerogoti tubuhnya.

“ Saya ini akan menjadi ayah tiga anak. Saya tak bisa membayangkan rasanya ketika anak-anak dan keluarganya mendengar vonis kanker dan harus menjalani pengobatan,” tulis Tan di akun LinkedIn.

1 dari 4 halaman

Ajak Mitra Pengemudi

Tan juga mengajak orang di sekitarnya, termasuk 40 mitra pengemudi Grab, untuk melakukan hal yang sama.

Total ada 107 sukarelawan yang berpartisipasi dalam kampanye ini bersama Tan dari Grab.

“ Ini termasuk 40 mitra pengemudi yang menghabiskan waktu 10 menit untuk cukur rambut dan kembali menjemput penumpang,” kata dia.

Sekadar informasi, sejak 2003, kampanye Hair for Hope dibuat untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kanker pada anak-anak.

Pada 2018, donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai 4,33 miliar dolar Singapura (Rp44,24 triliun).

2 dari 4 halaman

Jenis Penyakit Kanker yang Bisa Dideteksi Dini

Dream - Penderita kanker tiap tahun terus meningkat secara drastis. Itulah data yang tercatat dalam sejumlah penelitian.

Pada 2014, kasus kanker diperkirakan meningkat 299 ribu dalam satu tahun. Lalu menurut data Globocan pada 2018, pasien kanker meningkat 348.809 dalam setahun. Angka-angka ini pun diperkirakan bakal meningkat menjadi jutaan seiring dengan berjalannya waktu.

Dari sekian jenis kanker, yang paling banyak diidap adalah kanker payudara, paru-paru, serviks, dan kolorektal. Untuk mencegah penyebaran sel kanker dan mempermudah penyembuhan, kamu perlu melakukan deteksi dini. Sayangnya, tidak semua kanker bisa dideteksi dini.

" Biasanya, jenis yang bisa dideteksi dini adalah yang perjalanannya cukup lama dan memang masalah kesehatan masyarakat (penderitanya banyak)," ujar dr. Ronald Hukom, Spesialis Penyakit Dalam di Hong Kong Cafe, Jakarta Pusat, Senin 15 Juli 2019.

3 dari 4 halaman

Jenis Kanker yang Bisa Dideteksi Dini

Jenis kanker yang bisa dideteksi dini, yaitu kanker payudara, kolorektal, dan serviks. Hal ini terbukti memiliki manfaat bagi penderita.

 Kanker

" Kanker paru-paru juga penderitanya banyak tapi cara deteksinya belum sepenuhnya terbukti valid. Foto paru-paru secara berkala nggak cukup kuat untuk dijadikan cara mendeteksi dini," kata dr. Ronald.

Deteksi dini disarankan untuk dilakukan setahun sekali. Untuk deteksi kanker payudara tergantung usia, bisa diperiksa sendiri (SADARI), USG atau MRI.

" Kalau kolorektal diperiksa tinjanya ke laboratorium secara berkala. Kalau belum pernah periksa dan sudah mencapai 45 tahun, lakukan endoskopi," kata dr. Ronald.

4 dari 4 halaman

Faktor Genetik

Jika ada keluarga yang memiliki riwayat kanker, disarankan untuk melakukan pemeriksaan di usia lebih muda dan lebih sering. " Begitu juga dengan kanker serviks. Kalau mengalami aktivitas seksual di usia lebih muda, pemeriksaannya juga harus lebih dini," pesan dr. Ronald.

 Pengobatan kanker

Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan harapan hidup penderita kanker. Rupanya, harapan hidup penderita kanker di Indonesia rendah karena hanya 3,4 persen yang dideteksi pada stadium 1.

" Lalu harapan hidup sekitar 20,4 persen untuk pasien yang dideteksi pada stadium 2 dan 40,1 persen yang dideteksi pada stadium 3 serta 36,1 persen yang dideteksi pada stadium 4," ujar Abdul Hamid, Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI).

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik