MUTC: Bos Tak Berhak Beri Tugas Via WA di Luar Jam Kerja

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 2 Oktober 2018 18:44
MUTC: Bos Tak Berhak Beri Tugas Via WA di Luar Jam Kerja
Apa alasan MUTC, organisasi serikat pekerja di Malaysia, menyampaikan hal itu?

Dream – Di era menjamurnya smartphone dan aplikasi ponsel, berkomunikasi dengan aplikasi perpesanan dan jejaring sosial sudah menjadi hal yang lumrah. Dengan aplikasi ini, orang-orang bisa berkomunikasi untuk banyak hal, termasuk masalah pekerjaan.

Dengan tujuan leih efisien tak jarang atasan menggunakan aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, untuk berkomunikasi dengan karyawan, termasuk masalah tugas kantor.

Bahkan ada kalanya si bos memberikan tugas kepada karyawannya padahal jam kerja sudah usai. 

Presiden Kongres Perserikatan Dagang Malaysia, Abdul Halim Mansor dikutip dari World of Buzz, Selasa 2 Oktober 2018 berpendapat perusahaan tak berhak memberikan tugas tambahan kepada karyawan setelah jam kerja berakhir.

Mansor mengatakan komunikasi melalui WhatsApp juga tak pantas untuk masalah pekerjaan, meskipun aplikasi ini mempermudah komunikasi.

“ Kalau ingin stafnya bekerja setelah jam kerja berakhir, perusahaan seharusnya meneleponnya atau menjemput dari rumahnya. Aplikasi media sosial mana pun tak bisa digunakan untuk media komunikasi meskipun terlihat lebih mudah,” kata dia.

 

1 dari 1 halaman

Pemberian Tugas di Luar Jam Kerja Bisa Picu Stres

Khusus di Malaysia, Mansor mengatakan regulasi ketenagakerjaan tidak menyebut dengan jelas tentang penggunakan teknologi di dunia kerja.

Menurut pasal 60 A (1) Undang-Undang Ketenagakerjaan Tahun 1995, disebutkan bahwa seorang karyawan tak boleh bekerja lebih dari 5 jam berturut-turut tanpa jangka waktu istirahat paling sedikit 30 menit, tidak boleh bekerja lebih dari 8 jam dalam 1 hari, dan lebih dari 48 jam selama seminggu.

Di samping itu, Mansor mengatakan bos yang selalu menghubungi karyawannya setelah jam kerja berarkhir, via WhatsApp, bisa menambah stres terhadap karyawan. Perbuatan ini juga bisa berdampak kepada kehidupan pribadi karyawan.

Seorang karyawan di Kuala Lumpur, ketika diwawancarai Berita TV9, mengakui bosnya selalu memberikan tugas melalui aplikasi perpesanan. Pekerjaan ini diberikan setelah jam kerja berakhir dan membuat keluarganya tidak bahagia.(Sah)

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak