Jokowi: "Apa Yang Kita Takutkan Tak Terjadi"

Reporter : Ramdania
Senin, 4 Januari 2016 14:44
Jokowi:
Presiden Jokowi yakin perekonomian Indonesia bisa lebih baik lagi di tahun 2016 ini.

Dream - Meskipun tahun 2015 merupakan tahun yang sangat berat karena banyaknya tantangan yang dihadapi di sektor keuangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pada tahun 2016 ini perekonomian akan lebih baik.

Sebagai bukti, Jokowi mengaku banyak orang yang meragukan realisasi APBN tahun 2015 dapat mencapai target karena melambatnya pertumbuhan ekonomi. Namun, nyatanya, realisasi hingga akhir tahun tidak begitu buruk.

" Banyak orang yang ragu-ragu mengenai realisasi APBN setiap hari, sehingga membuatnya setiap hari, pagi, tengah malam, pasti saya cek, mengontrol penerimaannya," ujar Jokowi dalam pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, pagi ini, Senin, 4 Januari 2016.

Jokowi menyebutkan realisasi pendapatan negara tahun 2015 sebesar 84,7 persen dari target atau sebesar Rp 1.491 triliun. Penerimaan ini berasal dari penerimaan pajak sebesar 83 persen atau Rp 1.235,8 triliun dan penerimaan non pajak 93,8 persen atau sebesar Rp 252,4 triliun plus penerimaan hibah kurang lebih Rp 3 triliun.

Sementara dari sisi serapan belanja, negara telah menghabiskan 91,2 persen APBN 2015 atau sebesar Rp 2.810 triliun, meleset sedikit dari perkiraan sebesar 92-93 persen, dan terdapat Silpa Rp 10,8 triliun.

Untuk pertumbuhan ekonomi, Jokowi memperkirakan Indonesia tahun ini bertumbuh 4,7-4,8 persen, turun dari 2014 sebesar 5 persen. Sedangkan inflasi, realisasi tahun 2015 hanya 3,3 persen, jauh dari tahun 2014 yang capaiannya sebesar 8,3%.

“ Artinya apa? Apa yang kita takutkan tidak terjadi. Kalau kita kerja biasa-biasa mungkin yang seperti diperkirakan orang itu akan terjadi. Tetapi dengan deregulasi yang setiap seminggu, setiap dua minggu keluar, keluar, keluar, keluar terus saya meyakini ini memang kesempatan,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, pada saat-saat sulit, merupakan kesempatan untuk merombak total tatanan-tatanan yang menghambat. “ Dan itu akan terus kita lakukan. Dan saya yakin dengan itu perbaikan ekonomi akan lebih baik,” tandasnya.

Beri Komentar