Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kinerja bursa saham Indonesia tahun 2015 kurang menggembirakan. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini tidak terlalu bergairah dibandingkan tahun 2014 lalu. Pada awal tahun 2015, tren pergerakannya cenderung mengalami kemerosotan.
Bahkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 28 Desember 2015 mencatat laju IHSG menjadi yang terburuk ketiga di kawasan Asia Tenggara. Laju IHSG masih lebih baik dibandingkan bursa saham Thailand dan Singapura yang jatuh sampai diatas 14 persen.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IHSG per tanggal 29 Desember 2015 ditutup pada posisi 4.569,36 melemah sebesar 12,58% dibandingkan posisi penutupan tahun lalu.
Ketua OJK Muliaman Hadad menilai realisasi kinerja IHSG yang menurun ini disebabkan karena perlambatan perekonomian global yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi domestik yang juga menjadi lambat.
Pemulihan ekonomi global sepanjang tahun 2015, jelas Muliaman, masih berlangsung lambat dan tidak merata. Perbaikan ekonomi Amerika Serikat semakin solid sehingga The Fed memutuskan kenaikan Fed Funds Rate pada bulan Desember 2015.
Di Tiongkok, perbaikan ekonomi belum konklusif dan perlambatan pertumbuhan masih berlanjut. Sementara itu, pemulihan di zona Euro dan Jepang masih terbatas dan belum cukup solid.
" Sejalan dengan perlambatan perekonomian global, pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun 2015 juga menunjukkan moderasi," ujarnya di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2015.
Meski pemerintah sempat mengeluarkan paket kebijakan ekonomi pada September-Desember 2015 untuk memperbaiki pertumbuhan dan mengembalikan kepercayaan pasar, tetapi tampaknya kurang mampu meredam gejolak ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan pelemahan harga komoditas yang menghantui perekonomian dunia sepanjang tahun ini.
" Beberapa faktor utama yang mempengaruhi dinamika pasar sepanjang tahun 2015 adalah ketidakpastian seputar kenaikan Fed Funds Rate, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan pelemahan harga komoditas dunia," tandas Muliaman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya