2015, Bursa Saham Indonesia Masuk Terburuk Asia

Reporter : Ramdania
Rabu, 30 Desember 2015 17:35
2015, Bursa Saham Indonesia Masuk Terburuk Asia
Kinerja IHSG tahun ini tidak secemerlang tahun lalu.

Dream - Kinerja bursa saham Indonesia tahun 2015 kurang menggembirakan. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini tidak terlalu bergairah dibandingkan tahun 2014 lalu. Pada awal tahun 2015, tren pergerakannya cenderung mengalami kemerosotan.

Bahkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 28 Desember 2015 mencatat laju IHSG menjadi yang terburuk ketiga di kawasan Asia Tenggara. Laju IHSG masih lebih baik dibandingkan bursa saham Thailand dan Singapura yang jatuh sampai diatas 14 persen.

 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IHSG per tanggal 29 Desember 2015 ditutup pada posisi 4.569,36 melemah sebesar 12,58% dibandingkan posisi penutupan tahun lalu.

Ketua OJK Muliaman Hadad menilai realisasi kinerja IHSG yang menurun ini disebabkan karena perlambatan perekonomian global yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi domestik yang juga menjadi lambat.

Pemulihan ekonomi global sepanjang tahun 2015, jelas Muliaman, masih berlangsung lambat dan tidak merata. Perbaikan ekonomi Amerika Serikat semakin solid sehingga The Fed memutuskan kenaikan Fed Funds Rate pada bulan Desember 2015.

Di Tiongkok, perbaikan ekonomi belum konklusif dan perlambatan pertumbuhan masih berlanjut. Sementara itu, pemulihan di zona Euro dan Jepang masih terbatas dan belum cukup solid.

" Sejalan dengan perlambatan perekonomian global, pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun 2015 juga menunjukkan moderasi," ujarnya di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2015.

Meski pemerintah sempat mengeluarkan paket kebijakan ekonomi pada September-Desember 2015 untuk memperbaiki pertumbuhan dan mengembalikan kepercayaan pasar, tetapi tampaknya kurang mampu meredam gejolak ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan pelemahan harga komoditas yang menghantui perekonomian dunia sepanjang tahun ini.

" Beberapa faktor utama yang mempengaruhi dinamika pasar sepanjang tahun 2015 adalah ketidakpastian seputar kenaikan Fed Funds Rate, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan pelemahan harga komoditas dunia," tandas Muliaman.

Beri Komentar