Lantai Bursa Efek Indonesia (Antarafoto.com)
Dream - Pelaku pasar mulai bereaksi terhadap rangkaian serangan teroris di Paris. Dengan Wall Street yang melemah, bursa regional dan domestik gugur di awal pekan ini.
Indeks acuan saham syariah juga tak lepas dari sentimen negatif aksi teror tersebut.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 16 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok 1,072 poin ke level 139,965.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga rontok 6,427 poin ke level 581,123.
Hingga 7 menit waktu perdagangan, seluruh indeks saham masih bergelut di zona negatif. ISSi tercatat turun 1,578 poin (1,12%) ke level 139,459. Sementara JII jatuh 7,439 poin (1,27%) ke level 580,111.
Tekanan aksi jual memaksa 82 emiten syariah mengawali pekan ini di zona merah. Sebanyak 25 diantaranya merupakan emiten keping biru syariah.
Transaksi perdagangan relatif masih minim dengan hanya mencetak nilai Rp 157,14 miliar.
Dengan seluruh indeks sektoral melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga langsung rontok di awal perdagangan.
IHSG pada perdagangan preopening langsung longsor 34,151 poin (0,76%) ke level 4.438,687. IHSG kembali berkurang 33,831 poin (0,76%) ke level 4.439,007 di sesi pembukaan.