Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Disaat orang-orang masih menebak seberapa besar dampak teror Paris terhadap persepsi investor, sejumlah catatan sejarah mencatat reaksi mencemaskan.
Sejak munculnya teror 15 tahun lalu, pasar keuangan biasanya langsung rontok dengan cepat.
Tahun ini, teror Paris terjadi di tengah kondisi pasar modal dunia yang tengah rentan.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 16 November 2015, teror Prancis telah membuat indeks CAC Prancis rontok hingga 9 persen.
" Tak mengherankan jika pasar anjlok 2-3 persen, bahkan bisa lebih," kata COE Hassium Asset Management Inggris, Yogi Dewan.
Matt Maley, analis keuangan dari Miller Tabak & Co di New York menambahkan, " Orang-orang akan bergerak bersama dan memastikan tetap beraktivitas senormal mungkin."
Berikut adalah catatan teror berdarah paling mencekam selam 15 tahun dan dampaknya pada pasar keuangan:
1. Serangan WTC New York, 11 September 2001
Bursa Wall Street langsung ditutup setelah serangan 9/11 yang menewaskan 3.000 orang dan menghancurkan menara kembar World Trade Center (WTC). Saat itu, indeks Standard Chartered rontok 12 persen selama lima hari perdagangan. Ini kondisi terburuk sejak insiden Oktober 1987.
Sementara itu harga minyak dunia justru yang melonjak 5,5 persen langsung terhapus dalam sepekan usai serangan itu.
2. Bom Bali, 12 Oktober 2012
Pasar keuangan Indonesia langsung rontok 10 persen dan rupiah rontok setelah surat utang negara dilanda aksi jual. Sebulan kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil pulih.
3. Serangan Bom Madrid, 11 Maret 2004
Bom di jaringan kereta Madrid yang membunuh 191 orang membuat indeks IBEX 35 jatuh 2,2 persen, terendah sejak November tahun sebelumnya. Bursa Spanyol pulih di awal April tahun tersebut.
4. Bom London, 7 Juli 2005
Indeks FTSE 100 jatuh 1,4 persen, terdalam dalam setahun saat sebuah serangan bom membunuh 50 orang. Namun dalam hitungan sehari, bursa London kembali pulih.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya