Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Mengevakuasi Di Lokasi Kejadian (Foto: Aljazeera)
Dream - Paris kembali diguncang serangan teror. Kali ini, rentetan serangan teror terjadi hampir serentak sedikitnya di lima lokasi.
Seperti dilansir Washington Post, Jumat 13 November 2015, Kantor Walikota Prancos menyebut dari rangkaian serangan itu mengakibatkan 120 sampai 140 korban tewas.
Korban tewas terbanyak terjadi dalam penyanderaan massal di gedung konser Bataclan, Paris. Serangan brutal di dalam gedung konser terjadi sangat mengerikan. Para pelaku menembaki korban satu persatu. Bahkan pelaku juga melemparkan bahan peledak ke arah sandera.
Beberapa korban tewas lainnya akibat serangan di dua restoran. Korban lain jatuh di luar Stadion Stade de France yang sedang menggelar laga antara timnas Perancis melawan Jerman. Saat serangan di luar stadion, Presiden Prancis Francois Hollande terpaksa dievakuasi dari dalam arena pertandingan.
Los Angeles Times melaporkan, setidaknya ada enam lokasi yang menjadi titik penyerangan. Lima diantaranya berhasil dinetralisir. Hingga kini, belum ada satupun organisasi radikal yang bertanggungjawab atas serangan ini.
Serangan dengan motif yang belum jelas itu terjadi kurang dari setahun setelah kelompok radikal menyerang majalah Charlie Hebdo dan toko serba ada Yahudi yang menewaskan 17 orang.
Sejak serangan pada Januari itu, pemerintah Perancis dalam kewaspadaan tingi, apalagi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjadikan Perancis salah satu target utama. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya