Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(BBC)
Dream - Sekitar 43 orang dilaporkan tewas dalam sebuah serangan penembakan dan ledakan di kota Paris, pada Jumat malam 13 November 2015.
Menurut laporkan BFMTV yang dikutip CNN, ada enam penembakan berlangsung di Paris dan tiga ledakan terjadi di stadion nasional Stade de France di Saint-Denis. Diperkirakan jumlah korban tewas terus bertambah.
Polisi mengatakan penyerang menggunakan senjata jenis AK-47 otomatis. Sementara itu penyanderaan dilaporkan masih berlangsung.
Sekitar dua atau tiga orang berpakaian hitam dengan senjata AK-47 memasuki tempat teater Bataclan. Mereka terus melepaskan tembakan ke arah polisi. " Wajah pelaku terlihat. Mereka tidak menggunakan masker" .
Tembakan itu membuat panik orang-orang di dalam gedung teater kecil. " Saya melihat 20 sampai 25 mayat tergeletak di lantai," kata Julien Pearce, reporter radio Perancis yang kebetulan berada di dalam teater Bataclan. Ia berhasil lolos dari serangan dan penyanderaan itu.
Beberapa ledakan juga terdengar di dekat stadion Stade de France, di mana pertandingan sepakbola persahabatan antara Perancis dengan Jerman digelar. Pertandingan tersebut dihadiri oleh Presiden Perancis Francois Hollande.
Hollande telah dievakuasi pada babak pertama dari pertandingan sepakbola antar Perancis melawan Jerman.
Hollande, Perdana Menteri Manuel Valls, dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengadakan pertemuan krisis di Kementerian Dalam Negeri untuk mengatasi serangan penembakan di Paris dan ledakan di Saint-Denis.
" Ini adalah horor. Kita dihadapkan dengan teror. Bangsa ini tahu bagaimana membela diri, bagaimana memobilisasi pasukannya dan sekali lagi, tahu bagaimana mengatasi teroris," kicau Hollande di akun Twitter-nya.
Serangan dengan motif yang belum jelas itu terjadi kurang dari setahun setelah kelompok radikal menyerang majalah Charlie Hebdo dan toko serba ada Yahudi yang menewaskan 17 orang.
Sejak serangan pada Januari itu, pemerintah Perancis dalam kewaspadaan tingi, apalagi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menjadikan Perancis salah satu target utama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya