Low Tuck Kwong Tambah Porsi Saham Yang Dijual Kepada PT Jhonlin Baratama (FOTO: Instagram/alwincc)
DREAM.CO.ID - Kabar terbaru calon pemilik saham PT Bayan Resources Tbk, PT Jhonlin Baratama menghampiri otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengirimkan informasi keterbukaan informasi mengenai rencana penambahan jumlah saham yang akan dimilik calon investor yang kabarnya berhubungan dengan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad, atau terkenal dengan sapaan Haji Isam.
Dua direksi PT Bayan resources Tbk, Jenny Quantero dan ALastair Mcleod dalam keterbukannya informasinya menyampaikan bahwa manajemen telah menerima surat pemberitahuan terbaru dari Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pemegang saham perusahaan.

Dalam surat yang diterima pada 5 Oktober 2026, ayah dan anak pemilik Bayan Resources itu menginformasikan adanya perubahan terhadap Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang ditandatangani pada 17 September 2026.
Kabar terbaru menyebutkan Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low sepakat untuk memperbarui jumlah saham perseroan yang akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama. Kesepakatan itu adalah jumlah saham yang semula akan dijual sebanyak 10.000.000.500 bertambah menjadi 10.084.088.370.
" Pelaksanaan dan penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan." tulis manajemen Bayan Resources dalam keterbukaan informasi tersebut.

Meski terjadi transaksi jual beli saham antara pemegang saham Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama, direksi perseroan menegaskan hal tersebut tidak berdampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perusahaan.
Seperti diketahui, kabar transaksi jual saham antara Low Tuck Kwong dan calon pembeli yang kala itu dikabarkan merupakan Haji Isam sudah berhembus sejak Agustus 2026. Isu ini muncul setelah Haji Isam dan pemilik Bayan terlihat mengunjungi salah satu pabrik milik perusahaan.
Kepastian mengenai adanya transaksi jual beli saham baru muncul sekitar pertengahan September 2026. Namun dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, aksi jual beli saham itu terjadi antara Low Tuck Kwong bersama Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama.

Kala itu, jumlah saham yang akan dilepas kedua pemilik saham mayoritas BYAN itu setara dengan 30% saham perusahaan. Hingga saat ini nilai transaksi penjualan saham belum diketahui. Bloomberg dalam laporannya menyebut angka transaksi itu mencapai US$3 miliar.
Dari lantai bursa, pergerakan saham BYAN hingga perdagangan mengalami koreksi. Saham di sektor energi ini tercatat dibuka di level 13.372,37 dan mengalami penurunan sebesar 4,46% ke level 12.858,93 pada perdagangan pukul 10.00 WIB.
Advertisement
IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?


Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya