Saham Komoditas Rontok, Indeks Syariah dan IHSG ke Zona Merah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 20 Januari 2020 16:55
Saham Komoditas Rontok, Indeks Syariah dan IHSG ke Zona Merah
Bagaimana dengan rupiah?

Dream - Indeks syariah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan ini terjadi di tengah laju beberapa bursa regional yang sudah mulai bergerak menguat.

Dari dalam negeri, investor juga memantau sentimen penolakan terhadap omnibus law dan kenaikan BPJS Kesehatan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini, Senin, 20 Januari 2020 menutup perdagangan dengan koreksi 1,287 poin (0,69 %) ke level 183,187. Pasca dibuka di level 184, ISSI terus bergerak turun hingga sesi perdagangan berakhir.

Aksi jual investor menyeret ISSI ke zona merah dan tersungkur ke 182,962.

Penguatan sesaat juga dialami dua indeks bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic  Index (JII), ditutup melemah 4,604 poin (0,66%) ke level 687,901. Sementara indeks JII70 merosot 1,702 poin (0,74%) ke level 229,078.

Kurangnya aksi beli pada pemodal domestik mem buat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuat tak berdaya. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terkoreksi 46,614 poin (0,74%) ke level 6.245,043.

1 dari 5 halaman

Semua Indeks Sektoral Terkoreksi

Semua indeks sektoral bergerak melemah terutama di sektor pertambangan dan pertanian. Indeks pertambangan melemah 1,73 persen dan pertanian 1,40 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah FISH yang harga sahamnya naik Rp290, PICO Rp275, INPP Rp140, JAST Rp140, dan CMNP Rp130.

Sebaliknya, harga SONA terkoreksi Rp1.200, GMTD Rp500, EMTK Rp450, ITMG Rp400, dan INTP Rp375.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dollar AS pada perdagangan pukul Pada 16.32 WIB. Kurs dolar AS turun 11 poin (0,08%) ke level Rp13.634 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal mengekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat jelang sesi penutupan berakhir. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) rontok jelang libur akhir pekan.

Sentimen positif dari bursa regional dan Wall Street tak cukup melirik pelaku pasar untuk melakukan aksi beli saham pada perdagangan Jumat, 17 Januari 2020. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 0,614 poin (0,33%) ke level 184,474. ISSI langsung terpeleset di awal perdagangan setelah dibuka di level 185,025. Hanya menyentuh level tertinggi di 185,382, ISSI menghabiskan sesi perdagangan di zona negatif.

 

© Dream

 

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 183,563.

Koreksi juga dialami dua indeks keping biru syariah yang juga bergerak melemah sejak awal perdagangan. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan koreksi 1,960 poin (0,28%) ke level 692,505.

Sementara Indeks JII70 ditutup melemah 0,510 poin (0,22%) ke level 230,780.

Kondisi berbeda terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil didorong ke zona hijau jelangs sesi penutupan berakhir. IHSG bergerak naik 5,609 poin (0,09%) ke level 6.291,657.

3 dari 5 halaman

Mayoritas Indeks Syariah Melemah

Sebagian besar indeks sektoral bergerak melemah dengan properti merosot paling tajam sekitar 1,26 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor indeks sektor industri aneka 0,58 persen dan perdagangan 0,40 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu pertanian sebesar 0,75 persen, keuangan 0,73 persen, dan industri dasar 0,62 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer jelang libur akhir pekan ini adalah MIDI yang harganya menanjak Rp280, TCPI Rp225, AALI Rp200, OMRE Rp150, dan INTP Rp125.

Sebaliknya top losser saham syariah dihuni saham GMTD yag merosot Rp850, POLL Rp575, MCAS Rp460, PICO Rp240, dan BYAN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Pada perdagangan pukul 16.30 WIB, Kurs dolar AS turun 8 poin (0,06%) ke level Rp13.634 per dolar.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menguat, Rupiah Juga Berkilau

Dream - Indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak bergerak naik pada penutupan perdagangan Kamis, 16 Januari 2020. Meski menguat, tiga indeks acuan saham syariah itu lebih banyak menghabiskan perdagangan di teritori negatif. 

Sentimen bursa saham Asia yang ditutup menguat menjadi katalis para investor untuk selektif membeli saham. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup naik 0,424 poin (0,23%) ke level 185,088. ISSI mengawali perdagangan dengan melemah ke level 184,635 dan sempat terseret ke posisi terendah di 183,921.

 

© Dream

 

Jelang perdagangan ditutup, ISSI mendapat dukungan dari aksi beli investor dan ditutup menguat di level tertingginya di 185,088.

Penguatan tipis juga diukir indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 1,389 poin (0,20%) ke level 694,465. Sementara indeks JII70 naik 0,505 poin (0,22%) ke level 231,290.

Aksi beli di jelang sesi perdagangan berakhir juga berhasil mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke teritori merah. Menguat tipis, IHSG naik 2,683 poin (0,04%) ke level 6.286,048.

5 dari 5 halaman

Sektor Komoditas Jadi Pilihan

Investor kembali menjadikan saham sektor komoditas sebagai alternatif untuk koleksi saham di tengah sentimen yang tak menentu. Indeks sektor pertanian tercatat naik 1,48 persen dan pertambangan 0,64 persen. Sektor lain yang bergerak naik adalah saham perdagangan sebesa 1,09 persen.

Koreksi juga dialami indeks aneka industri yag terkoreksi 0,88 persen, infrastruktur 0,49 persen,  keuangan 0,29 persen, dan properti 0,28 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MCAS yang harga sahamnya naik Rp590, SMAR Rp320, KINO Rp250, KAEF Rp200, dan AALI Rp150.

Sebaliknya, harga saham FASW turun Rp200, PORT Rp200, OMRE Rp150, TPCI Rp125, dan INDR Rp100.

Di pasar keuangan, rupiah untuk sementara bergerak menguat terhadap dollar AS. Pada perdagangan pukul 16.54 WIB, dolar AS melemah 24 poin (0,18%) ke level Rp13.671 per dolar AS.

Beri Komentar