Desak Perbaikan, Menteri Agama Surati Menteri Haji Arab

Reporter : Ramdania
Jumat, 2 Oktober 2015 12:31
Desak Perbaikan, Menteri Agama Surati Menteri Haji Arab
Tak ingin jamaah haji Indonesia alami kesulitan lagi dalam menjalankan ibadah haji, Menteri Agama RI langsung surati Menteri Haji Arab untuk memperbaiki layanan haji mendatang.

Dream - Saat ini, sebagian jemaah haji Indonesia sudah dalam proses pemulangan menuju Tanah Air, tetapi sebagian lain sedang dalam persiapan untuk diberangkatkan dari Mekah ke Madinah untuk pelaksanaan ibadah arbain.

Meski demikian, Kementerian Agama melakukan langkah cepat guna perbaikan pada penyelenggaraan haji mendatang. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyurati Menteri Haji Arab Saudi meminta agar Pemerintah Saudi bisa segera melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan di Arafah dan Mina.

“ Ada dua atau tiga hal yang akan kita ikhtiarkan secara serius. Pertama adalah kondisi Arafah,” terang Lukman dalam keterangan persnya, usai meninjau penimbangan barang bagasi jemaah haji Indonesia di Madinatul Hujjaj, Jeddah.

Perbaikan Arafah

Lukman mengaku sedih ketika pada malam hari tanggal 8 Dzulhijjah dirinya mendapati sejumlah tenda jemaah yang roboh karena diterpa angin. Padahal, menurutnya, angin tersebut tidak sekuat dengan angin yang merobohkan crane di Masjidil Haram sehingga tidak bisa dibayangkan kalau kekuatan angin itu sama.

Kejadian itu tidak hanya menyebabkan tenda roboh, tetapi juga listrik padam sehingga selain penerangan juga menyebabkan water cooler di tenda Arafah tidak berfungsi. Hal ini juga mengganggu pos kesehatan Arafah karena tidak bisa mengoperasionalkan alat yang membutuhkan listrik dan akhirnya berdampak kepada jemaah yang sakit.

“ Saya sudah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Haji agar kondisi Arafah bisa diperbaiki dengan cara membuat tenda-tenda yang permanen di Arafah. Kalau di Mina bisa tenda permanen, di Arafah seharusnya juga bisa,” tegas Lukman.

“ Juga dibangun pembangkit listrik berkekuatan besar sehingga tidak hanya mengandalkan generator yang terbatas, tapi pembangkit listrik permanen yang betul-betul bisa menyuplai berapa pun kebutuhan listrik di Arafah,” tambahnya.

Perbaikan Mina

Hal kedua yang diusulkan Lukman adalah terkait perbaikan Mina. Lukman menyoroti jarak Mina Jadid yang terlalu jauh dan keberadaanya yang dari sisi syari juga masih problematik, apakah sah sebagai tempat menginap atau tidak.

“ Saya sudah bersurat ke Menteri Haji agar tenda-tenda di Mina bisa ditingkatkan. Kalau Jamarat saja bisa ditingkat, semestinya tenda di Mina juga bisa ditingkat sehingga seluruhnya bisa berada di Mina dan jarak ke Jamarat juga tidak terlalu jauh. Waktu melontar jumrah juga bisa diatur lebih ketat,” terang Lukman.

Selain dua hal yang diajukan kepada Menteri Haji Arab Saudi itu, Lukman juga berinisiatif untuk memberlakukan penggunaan chip yang ditempel pada gelang identitas jemaah. Chip yang nantinya bisa dideteksi melalui GPRS ini penting untuk mengantisipasi persoalan jemaah hilang yang tidak diketahui keberadaannya.

Chip Pendeteksi

“ Ide ini sebenarnya sudah muncul sejak kemarin, tapi tidak cukup waktu untuk merealisasikan gagasan ini. Karenanya sejak sekarang kita akan coba pikirkan sehingga pengalaman yang cukup pahit bahwa sampai saat ini masih ada jemaah yang belum diketahui keberadaannya di mana itu bisa diatasi dengan hal itu,” kata Lukman.

Sampai dengan saat ini, sedikitnya masih ada 74 jemaah haji Indonesia yang belum kembali ke hotelnya untuk bergabung bersama anggota kloter lainnya. Banyak alasan tentu kenapa orang belum kembali, dan itu tidak selalu berarti telah mati. Nyatanya, ada juga jemaah haji Indonesia yang setelah lima hari hilang tanpa kabar akhirnya bisa kembali.

“ Kita akan terus mencari. Kalaulah sampai melewati tanggal 26 Oktober kita tentu akan terus melakukan pencarian itu. Karena menjadi kewajiban pemerintah terhadap warganya di luar negeri untuk diketahui keberadaanya,” tandas Lukman.

Beri Komentar