Dibantu Google, Situs Travel Kemenpar Meroket 600%

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 29 Desember 2015 14:01
Dibantu Google, Situs Travel Kemenpar Meroket 600%
Sebelumnya pengunjung situs Indonesia.Travel hanya 12.000. Kini meroket sampai 1,2 juta orang.

Dream - Pemerintah Indonesia pelan-pela mulai memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mempromosikan potensinya ke mancanegara. Salah satunya dilakukan Kementerian pariwisata yang menggandeng Google untuk menjalankan strategi digital marketing dalam mempromosikan pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menuturkan, Indonesia selama ini telah mengandeng raksasa mesin pencari itu untuk mempromosikan situs Indonesia.Travel. Dengan cara ini, Kemenpar berharap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan semakin meningkat.

Langkah pemerintah ini untuk sementara boleh dikatakan mendulang sukses. Setidaknya, pengunjung laman Indonesia.Travel meroket sampai 600 persen. 

" Lifestyle telah berubah, 27 persen Wisman akan searching dan melakukan payment melalui digital. Jadi media Indonesia.Travel enam kali lipat setelah kerjasama pada Agustus lalu," ungkap Arief di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Melihat kesuksesan ini, Kemenpar bertekad menjadikan Google sebagai mitra utama dalam melaksanakan digital marketing. Apalagi pada 2016 mendatang, Arief menargetkan menyasar seluruh negara. Untuk tahun ini, Kemenpar memang baru menggeber promosi di lima negara saja.

" Borobudur ngehits sekali waktu ditaruh di-landing page-nya Google. Hits kita rata-rata pas April sampai Juli sekitar 1300 pengunjung perbulan. Kemudian jumlah klik meningkat sampai delapan ribu setelah bulan Agustus," imbuhnya.

Selanjutnya Arief mengungkapkan data pada bulan November terdapat 1,2 juta orang yang membuka situs Indonesia.travel. Hal ini merupakan kabar yang mengembirakan, karena sebelumnya hanya berkisar di angka 12.000 pengunjung.

" Keunggulan lainnya Google ini bisa spesifik menyasar orang-orang pengguna dunia digital. Langsung kepada orang-orang yang menyukai wisata bahari, penyuka cultural," kata Arief. 

Beri Komentar