Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia mengawali awal pekan di zona positif. Namun munculnya tekanan dari koreksi Wall Street pelan-pelan mulai memangkas kenaikan indeks.
Pasar saham kini bertahan pada aksi beli investor asing yang menggelar aksi beli.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,2 poin ke level 160,066.
Laju penguatan ISSI hanya bertahan sesaat. Kekhawatiran investor terhadap koreksi Wall Street mulai membebani laju ISSI.
Hingga 18 menit waktu perdagangan saham, ISSI terbukti mulai terperosok ke zona negatif. ISSI tercatat melemah 0,415 poin (0,26%) ke level 159,451.
Aksi beli investor sukses mendorong 51 emiten syariah ke zona positif. Sebaliknya, 55 emiten lainnya terkena aksi jual dan 37 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham relatif sepi di awal pekan ini. Hingga 20 menit waktu perdagangan, ISSI baru mampu mencetak nilai transaksi senilai Rp 330,06 miliar dengan 3,48 miliar saham syariah dengan berpindahtangan.
Pembukaan positif juga sempat dicetak indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan menguat 0,959 poin ke level 667,861.
Sama seperti ISSI, laju positif JII juga tak bisa bertahan lama. Hingga 18 menit waktu perdagangan, JII melemah 2,475 poin (0,37%) ke leel 664,345.
Hampir dua pertiga penghuni JII sudah dilanda tekanan jual. Sekitar 19 emiten blucehips syariah bergerak melemah dan 1 lainnya bertahan stagnan.
Beruntung, JII masih meninggalkan 10 emiten unggulan syariah ke zona hijau.