Dicampakkan Karena Profesi Tukang Sapu, Kini Hidup Mewah Sebagai Miliarder

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 30 Juli 2019 09:48
Dicampakkan Karena Profesi Tukang Sapu, Kini Hidup Mewah Sebagai Miliarder
Wow, kok, bisa?

Dream – Vernon Kwek merupakan seorang CEO di Primech Services and Engineering di Singapura. Pria berusia 48 tahun ini memiliki tiga ribu karyawan dan perusahaannya telah menghasilkan keuntungan 80 juta dolar Singapura atau sekitar Rp817 miliar.

Namun jangan bayangkan kehidupan Vernon saat ini. Tengoklah ke belakang di masa susahnya. 

Vernon pernah dicampaikan gadis pujaan hati gara-gara berprofesi sebagai petugas kebersihan.

Dikutip dari World of Buzz, Selasa 30 Juli 2019, cerita ini bermula ketika Vernon yang baru berusia 13 tahun berusaha mencarikan pekerjaan untuk ayahnya yang baru saja diberhentikan sebagai seorang sales.

Di usia remaja, Vernon akhirnya menemukan lowongan kerja sebagai petugas kebersihan di sebuah perusahaan media cetak. Sang ayah mendapatkan pekerjaan itu dengan gaji 650 dolar Singapura atau Rp6,64 juta per bulan.

Setiap minggu, Vernon membantu sang ayah untuk membersihkan kantor dan toilet di beragam bangunan.

Suatu hari, Vernon mendapat informasi jika manajer di perusahaan kebersihan bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada lulusan baru jurusan teknik. Mengetahui fakta ini, Vernon berhenti sekolah dan kabur dari rumah.

Keinginan Vernon disetujui sang ayah. Orang tuanya mengizinkan Vernon menjadi petugas kebersihan penuh waktu dengan gaji sebesar 430 dolar Singapura atau Rp4,34 juta.

1 dari 4 halaman

Karier Menanjak

Karena kerja keras dan keterampilan mengatur SDM, Vernon dipromosikan sebagai pegawas dengan gaji Rp8,18 juta. Kala itu, remaja ini berusia 14 tahun.

“ Saya bertanya kepada manajer apakah dia yakin. Ayah saya menjadi manajer saat berusia 40 tahun. Saya hanya 14 tahun. Tapi, manajer berkata: jangan khawatir, kamu punya gen ayah,” kata dia.

Vernon mengatakan sang ayah memiliki keterampilan memimpin yang baik. “ Kamu bisa melakuan hal yang sama,” kata dia sambil menirukan ucapan sang manajer.

Beberapa tahun kemudian, peringkatnya naik menjadi senior supervisor dengan gaji sebesar Rp11,25 juta per bulan sampai dia meninggalkan National Service.

2 dari 4 halaman

Ditelantarkan Pujaan Hati

Saat yang sama, dia juga memasuki periode “ memberontak” dengan melewatkan National Service dan kerap dihukum. Vernon muda juga berpacaran dengan seorang gadis.

Sayangnya, gadis ini mencampakkan Vernon dengan dalih pria itu hanya seorang petugas kebersihan.

“ Kamu hanya seorang petugas kebersihan. Saya tak punya masa depan denganmu,” kenang Vernon sambil menirukan ucapan mantan kekasihnya.

Siapa sangka ucapan sang gadis ini justru mendorongnya kepada kesuksesan. “ Saya sebenarnya berterima kasih kepadanya. Kalau ucapan itu tidak keluar, saya tidak akan berada di sini,” kata pria empat orang anak ini.

3 dari 4 halaman

Jatuh Bangun Vernon

Vernon bangkrut ketika berusia 25 tahun. Kala itu, dia bekerja sebagai seorang subkontraktor. Penghasilannya 25 ribu dolar Singapura (Rp266,6 juta) dan mengendarai BMW 318.

Sayangnya, gaya hidup Vernon terlalu hedonis dan menghabiskan uangnya untuk foya-foya bersama teman. Perusahaan mendengar kabar miring tentang Vernon, lalu memecatnya ketika dia berusia 26 tahun. Saat itu, pria ini bangkrut.

Setelah lima hari menangisi kekalahannya, dia bangkit dan menemukan pekerjaan. Kerja kerasnya telah terbayar. Malah bisa menghasilkan gaji lima kali lipat dalam setahun setelah dia bangkrut.

Vernon juga sempat dipenjara karena perusahaannya ketahuan mempekerjakan buruh migran ilegal di perusahaannya. Alhasil, dia dipenjara di Penjara Tampines.

Selepasnya di penjara, Vernon kembali ke Jani King, perusahaan tempat dia bekerja sebelum dipenjara. Lalu, dia bergabung dengan WIS Holding. Sepuluh tahun kemudian, Vernon pindah ke Primech. Perusahaan ini memiliki 500 karyawan dan menghasilkan 500 ribu dolar singapura (Rp5,11 miliar) per bulan.

4 dari 4 halaman

Berkat Keterampilan dan Kemauan yang Keras

Vernon kini memiliki 10 persen saham perusahaan dan menjalankan Primech serta 2 perusahaan lainnya, A&P Maintenance Services dan Maint Kleen. Tiga perusahan ini memiliki kontrak-kontrak dengan beberapa perusahaan terbesar di Singapura termasuk Grup Bandara Changi, UOB, dan 25 hotel mewah.

Vernon juga mengembangkan bisnisnya dengan landscapping dan pengendalian hama.

Pria ini mengatakan kesuksesannya ini diraih berkat keterampilan orang-orangnya dan keinginan diri untuk bekerja keras. Dia juga banyak membaca buku.

Ketika ditanya apakah malu dengan masa lalunya, Vernon menjawab dengan “ elegan”.

“ Saya melakukan sesuatu yang salah pada masa lalu dan kesalahan itu membawa saya sukses. Jadi, mengapa harus malu?” kata dia. (Sah)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-