Dirut Garuda Dipecat, Jokowi Beri Pesan Keras ke Direksi BUMN

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 6 Desember 2019 19:28
Dirut Garuda Dipecat, Jokowi Beri Pesan Keras ke Direksi BUMN
"Menteri BUMN sudah tegas sekali,"

Dream - Kasus pencopotan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Ari Askhara rupanya sudah didengar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di acara peresmian Tol JOR II Arus Kunciran-Serpong, Tangerang, presiden memberikan pesan keras untuk para direksi BUMN lain.

Jokowi berpesan agar para direksi BUMN tidak ada yang berani melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya. Pencopotan Dirut Garuda diharapkan jadi pelajaran.

" Jangan ada yang mengulang-ngulang seperti itu lagi. Sudah," kata Jokowi mengutip laman Merdeka.com, Jumat, 6 Desember 2019.

Menurut Jokowi, keputusan yang telah dikeluarkan menteri BUMN sudah sangat tegas. Kebijakan itu juga menjadi pesan yang jelas bagi para direksi perusahaan pelat merah lainnya.

" Gimana sudah tegas banget, Menteri BUMN sudah tegas sekali, sudah, itu pesan untuk semuanya, jangan main-main, sudah," kata Jokowi.

1 dari 5 halaman

Sosok Eks Dirut Garuda Indonesia Dibongkar Awak Kabin: `Selalu Kontroversial`

 Sosok Ari Askhara di Mata Awak Kabin Garuda Indonesia, Kontroversial© MEN

Dream - Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir membebastugaskan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia menuai banyak dukungan. Salah satunya dari Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi).

Ketua Umum Ikagi, Zaenal Muttaqin, mengatakan selama ini Ari dikenal sebagai sosok bermasalah. Menurut dia, Ari kerap membuat kebijakan kontroversial.

" Selama ini kinerja Ari Askhara di Garuda selalu kontroversi," kata Zaenal, dikutip dari 

Tidak jarang kebijakan Ari merugikan banyak pihak. Tidak hanya kepada pihak luar seperti penumpang dan masyarakat namun juga di internal mulai dari karyawan, perusahaan hingga anak perusahaan.

Menurut Zaenal, Ari juga memberikan perlakuan tidak adil pada karyawan dan awak kabin yang tergabung dalam Ikagi. Seperti penghentian iuran anggota, mempersulit Perjanjian Kerja Bersama, melarang terbang para pengurus serikat pekerja, hingga melakukan PHK tanda dasar.

Meski begitu, Zaenal mengakui langkah pemecatan Ari belum menyelesaikan masalah di internal Garuda Indonesia. Sebab, banyak petinggi maskapai pelat merah itu yang juga melakukan perbuatan seperti Ari.

" Masih banyak jajaran direksi yang berupaya melakukan hal sama seperti Ari Askhara," ucap dia.

Lebih lanjut, Zaenal berharap pengganti Ari memiliki kinerja yang jauh lebih baik. Juga memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan karyawan dan melindungi hak-hak para pekerja yang selama ini dilanggar.

" Kami berharap pimpinan direksi baru nanti bisa menghentikan serikat pekerja tandingan yang dibentuk secara ilegal tanpa dasar hukum yang sah," ucap dia.

Sumber: /Anisyah Al Faqir.

2 dari 5 halaman

Cerita Anak Buah yang Gagal Pasang Badan Buat Sang Dirut Garuda

 Harley Dirut Garuda by Liputan6© (Foto: Iqbal S Nugorho/Merdeka.com)

Dream - Seorang pegawai PT Garuda Indonesia Tbk berinisial SAS dilaporkan berusaha pasang badan dalam kasus penyelundupan Harley Davidson yang dibawa menggunakan armada baru maskapai pelat merah ini. SAS awalnya mengaku jika motor mahal tersebut adalah pesanannya.

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pemilik asli motor Harley tersebut adalah AA. Inisial ini santer dikaitkan dengan nama Ari Ashkara, direktur utama dari maskapai tersebut.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, AA yang merupakan anak buah Dirut Garuda Indonesia mengaku memesan onderdil Harley Davidson tersebut melalui account eBay.

" Jadi katanya sudah lama melakukan pembelian account eBay," ujar Sri Mulyani.

Dari pengakuan tersebut, petugas Kemenkeu berusaha meminta klarifikasi termasuk meminta nomor kontak dari penjual onderdil motor mahal tersebut

Ternyata kejanggalan tak hanya pada pengakuan SAS. Kemenkeu juga menelusuri keuangan pegawai itu dan menemukan adanya utang senilai Rp30 juta di rekening SAS. Uang tersebut dipakai ntuk merenovasi rumah.

" Kita sudah lihat transfer uang dari SAS ke rek istri sebanyak 3 kali senilai Rp 50 juta," katanya.

Diungkapkan Menkeu, petugas juga menemukan fakta jika SAS tidak memiliki hobi sepeda motor gede jenis Harley Davidson. Selama ini, SAS lebih banyak bermain dengan sepeda.

" Kita ketahui dia tidak punya hobi itu tapi impor Harley. Jadi mungkin dari sepeda ke sepeda motor," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan jika dari hasil penelusuran SAS terbukti secara sah dan benar melakukan pemalsuan keterangan, pegawai Garuda tersebut akan dikenakan konsekuensi hukuman pidana.

" SAS mencoba pasang badan mereka yang beri keterangan tidak benar untuk pemenuhan kewajiban kepabeanan tentu memiliki konsekuensinya," jelas dia.

Ke depan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kemenkeu tetapi juga seluruh pemangku kebijakan

3 dari 5 halaman

Siasat Sang Dirut Beli dan Angkut Moge Harley Pakai Pesawat Baru Garuda

 Erick Thohir Beberkan Kronologis Penyelundupan Harley Davidson© MEN

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan motor Harley Davidson Shovelhead yang diangkut pesawat Garuda GA 9721 diduga milik salah satu pegawainya berinisial AA. Hal itu diketahui dari hasil penelusuran yang dilakukan komite audit. 

" Komite audit disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor HD diduga milik saudara AA," ujar Erick di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Dari hasil penelusuran tersebut, Erick selaku kuasa pemegang saham pemerintah di Garuda Indonesia memutuskan untuk memecat Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Inisial AA yang disebutkan menteri BUMN sama dengan sapaan Ari Ashkara yang merupakan nama pendek dari Dirut Garuda tersebut.

Menurut Erick, diangkutnya motor Harley menggunakan pesawat yang baru didatangkan Garuda ini berasal saat AA memberikan instruksi ke anak buahnya untuk mencari Harley Davidson Shovelhead tahun 1970.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud saat motor yang dicarinya akhir ditemukan. Proses pembelian motor klasik itu terjadi pada April 2019.

Dalam menjalankan transaksinya, uang pembelian motor oleh AA itu ditransfer melalui rekening pribadi SAS yang menjabat Senior Finance Manager Garuda.

" Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam," kata dia.

Setelah dana diterima, AA meminta bantuan seseorang berinisial IJ untuk proses pengiriman Harley Davidson Shovelhead tersebut.

”Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain, tapi akhirnya seperti ini," kata dia.

4 dari 5 halaman

Dipecat Menteri BUMN

 Erick Thohir Kesal Ada Pimpinan BUMN Rugi yang Makan Mewah© MEN

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang biasa disapa Ari Askhara. Pemecatan ini berkaitan dengan kasus dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson tipe Shovelhead.

“ Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia,” kata Erick di Jakarta, Kamis 5 November 2019.

Pemecatan akan dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia. Untuk menjalankan operasional perusahaan, Kementerian BUMN akan segera menunjuk pelaksana tugas dirut.

“ Kami akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di dalam kasus ini,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Sri Mulyani Temukan Keganjilan dalam Penyelundupan Harley Lewat Garuda

 Keinginan Sri Mulyani Indrawati Saat Kariernya Telah Berakhir© MEN

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, angkat bicara tentang penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda. Kecurigaan ini muncul saat ada pengakuan bahwa kuda besi ini dibeli melalui online.

Pada Kamis 5 Desember 2019, berdasarkan pemeriksaan terhadap SAS --karyawan Garuda, motor gede ini dibeli melalui aplikasi e-Bay. Saat Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan penelusuran, tak ada temuan data pembelian itu. 

“ Waktu cek pengakuan dari Saudara SAS yang akan membeli Harley ini, kami tidak mendapatkan kontak dari penjual yang didapat dari e-Bay tersebut,” kata Sri Mulyani di Jakarta.

Dia curiga dengan kondisi keuangan SAS. Pada Oktober 2019, SAS mencairkan pinjaman sebesar Rp300 juta untuk merenovasi rumah dan mentransfer tiga kali sebanyak Rp50 juta ke rekening sang istri. 

Kecurigaannya bertambah saat mengetahui SAS tak hobi bermain moge. Berdasarkan riwayat yang diketahui, dia suka naik sepeda. 

“ Kami cek SAS hobi motor dan kami ketahui dia tidak pernah punya hobi motor, tapi impor mungkin dari sepeda ke motor,” kata Sri Mulyani.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak