Ditutup Melemah, Aksi Jual Pupuskan Laju Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 28 Mei 2015 16:20
Ditutup Melemah, Aksi Jual Pupuskan Laju Indeks Syariah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15,987 poin (0,30%) ke level 5.237,401.

Dream - Aksi jual asing memudarkan laju bursa saham Indonesia yang membuka perdagangan di zona positif. Sebagian besar indeks acuan saham akhirnya berguguran melemah.

Laju indeks regional yang mengkhawatirkan, khususnya koreksi Hang Seng, memaksa pelaku pasar menahan aksi beli saham.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 28 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,312 poin (0,19%) ke level 168,270.

ISSI yang mengawali perdagangan di level 169,095, sempat terpuruk ke level terendah di 168,214. Padahal ISSI menyentuh level tertingginya di 169,505.

Pemodal yang khawatir memaksa 97 saham syariah menutup perdagangan di zona merah. Beruntung 70 emiten lainnya menahan ISSI terkoreksi lebih dalam.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,97 triliun dengan 37,07 miliar saham berpindahtangan.

Penutupan di teritori negatif juga melanda indeks saham bluechips syariah. Didorong pelemahan harga saham dari 16 emitennya, Jakarta Islamic Index (JII) longsor 0,610 poin (0,09%) ke level 707,155.

JII masih sanggup membawa 12 emiten unggulan syariah ke zona positif dan 2 lainnya bertahan stagnan.

Saham UNVR kali ini menjadi buruan investor dengan mencetak kenaikan harga tertinggi Rp 450 per saham. Top gainer lainnya dihuni oleh SMGR yang naik Rp 175, INDF Rp 100, INTP Rp 75, dan AKRA Rp 25.

Sebaliknya, dua saham kelompok Astra, UNTR dan AALI memimpin top losser dengan melemah Rp 1.000 dan 600 per saham. Disusul SILO yang turun Rp 250, PTBA Rp 150, dan ITMG Rp 125 per saham.

Secara umum, bursa saham Indonesia memang lebih banyak dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15,987 poin (0,30%) ke level 5.237,401.

Lantai bursa sore ini relatif sepi dari transaksi dengan hanya mencetak angka Rp 4,63 triliun. Minimnya aksi jual beli ini semakin berat usai asing berbalik melakukan aksi jual dengan nett sell Rp 488 miliar.

Beri Komentar