Kurs Dolar AS Tembus Rp14.655, Ternyata Ini Pemicunya!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 Agustus 2018 13:44
Kurs Dolar AS Tembus Rp14.655, Ternyata Ini Pemicunya!
Situasi ini membuat pasar dipenuhi ketidakpastian.

Dream – Nilai tukar Dolar AS menembus level Rp14.600 ketika perdagangan dimulai hari ini, Jumat, 24 Agustsu 2018. Bank Indonesia (BI) menilai penguatan dolar AS merupakan respons pasar terkait dengan rencana bank sentral Amerika Serikat tentang kenaikan kembali suku bunga acuan.

Plus, ada ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

“ Rupiah melemah lagi. Itulah ekonomi global, ketidakpastiannya sedang tinggi. Jadi, ini meningkat terus. Kalau sudah begitu, orang larinya ke dolar,” kata Kepala Divisi Asesmen Makroekonomi BI, Fadjar Majardi, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 24 Agustus 2018.

Fadjar mengatakan The Fed memberi sinyal ada peningkatan suku bunga yang semakin tinggi. Belum lagi AS dan Tiongkok yang sedang perang dagang.

“ AS sudah meningkatkan 25 persen (tarif) terhadap beberapa komoditas Tiongkok dan Tiongkok juga melakukan hal yang sama. Jadi, ini semakin meningkatkan trade war-nya. Ketidapastian semakin tinggi akhirnya,” kata dia.

Fadjar mengatakan tak hanya Indonesia yang mata uangnya melemah saat ini. “ Banyak negara mengalami pelemahan nilai tukar,” kata dia.

Sekadar informasi, perdagangan dimulai, rupiah dibuka melemah di level Rp14.652 per dolar AS. Pukul 11.16, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 34 poin (0,23%) ke level Rp14.671 per dolar AS. Malah, rupiah sempat terperosok ke level Rp14.676 per dolar AS.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat dollar AS di sejumlah bank di Tanah Air diperdagangkan di level Rp 14.655. Nilai tukar ini merupakan yang terendah sepanjang 2018.

1 dari 1 halaman

Rupiah Melemah, 1 Dollar AS Kini Dijual Rp14.655

Dream - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China membuka babak baru. AS mulai menerapkan pengenaan tarif terhadap barang impor China senilai US$16 miliar.

China pun membalas dengan menerapkan tarif atas barang-barang AS dengan jumlah yang sama.

Kebijakan kedua negara ini membuat kondisi ekonomi global kembali memanas. Imbasnya terlihat dari laju bursa saham dan nilai tukar mata uang dunia.

Keperkasaan nilai tukar Dollar AS terhadap mata uang dunia membuat bursa saham Indonesia bergerak melemah dan nilai tukar rupiah kembali mencetak posisi terendah di 2018. 

Dikutip pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 11.16 WIB, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,001 poin (0,56%) ke level 176,213. ISSI terus melemah usai memerah di level 176,986 dan terseret ke level terendah di 175,919.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 6,199 poin (0,94%) ke level 646,481 dan JII70 turun 1,673 poin (0,76%) ke level 217,595.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak berdaya. IHSG merosot 20,223 poin (0,34%) ke level 5.5962,762.

Bagaimana dengan rupiah? Ketika perdagangan dimulai, rupiah dibuka melemah di level Rp14.652 per dolar AS. Pada perdagangkan pukul 11.16 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 34 poin (0,23%) ke level Rp14.671 per dolar AS.

Malah, rupiah sempat terperosok ke level Rp14.676 per dolar AS.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat dollar AS di sejumlah bank di Tanah Air diperdagangkan di level Rp 14.655. Nilai tukar ini merupakan yang terendah sepanjang 2018.

Sebelumnya rupiah menyentuh level terendah di tahun 2018 di level 14.625 per dollar AS.(Sah)

Beri Komentar