Buru Konten Radikal di Sosmed, Rudiantara: Tak Usah Panik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 16 Mei 2018 17:29
Buru Konten Radikal di Sosmed, Rudiantara: Tak Usah Panik
Ratusan konten berisi radikalime dan terorisme yang tersebar di platform Sosmed telah dihapus.

Dream – Pemerintah menggandeng platform jejaring sosial untuk membasmi konten-konten berisi radikalisme, terorisme, dan ujaran kebencian yang bisa mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hasilnya, ratusan konten negatif telah lenyap dari platform jejaring sosial.

“ Bagi kami, tegas. Ini urusannya NKRI,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara, usai bertemu dengan perwakilan Facebook, Twitter, Youtube, dan Telegram di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Rabu 16 Mei 2018.

Menurut Rudiantara, pemerintah telah mengeluarkan sikap tegas dengan tidak memberikan ruang kompromi untuk konten-konten yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme yang bisa berimbas kepada persatuan NKRI,

Rudiantara juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dengan masifnya konten-konten tersebut. Kementeriannya telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri untuk menghadang penyebaran paham terorisme dan radikalisme, .

“ Kami minta masyarakat untuk tenang, tidak usah panik. Dari dunia fisik, dunia nyata, teman-teman BNPT dan Polri bergerak semua, sedangkan kami juga bergerak dari dunia maya,” kata dia.

Berdasarkan pembaruan terakhir, Telegram telah menurunkan 287 konten radikalisme dan terorisme, Facebook dan Instagram 300 konten dari 450 aduan, Youtube 40 persen konten telah dihapus dari 250 aduan, serta Twitter 50 persen dari 60-70 aduan.

“ Sisanya masih dalam proses pemantauan. Kerja sama dari platform, baik itu Facebook, Google, Youtube, Twitter, dan Telegram sangat membantu karena (konten radikalisme dan terorisme) menjadi musuh bersama semua. Ke depannya, saya harap akan meningkatkan kerja sama,” kata dia.

Public Policy Lead Facebook Indonesia, Ruben Hattari, mengatakan Facebook tidak akan memberi ruang bagi kekerasan. Jika ada konten yang melanggar standar komunitas, jejaring sosial ini akan menurunkan konten tersebut.

Youtube juga akan menurunkan konten yang mengandung kekerasan. “ Kami bekerja sama terus dengan pemerintah dan masyarakat luas untuk menghapus konten-konten yang mengarah ke kekerasan dan kebencian,” kata Relations and Support for Infrastructure Google Indonesia, Danny Ardianto. 

(Sah)

Beri Komentar