Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Facebook Meminta Pengguna Untuk Melaporkan Jika Ada Konten Berbau Radikal. (Foto: Shutterstock)
Dream – Isu terorisme kembali marak dibicarakan di Indonesia sejak pengeboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Isu ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Facebook.
Platform media sosial yang dirintis oleh Mark Zuckerberg menegaskan melawan penyebaran konten berbau radikalisme dan terorisme.
Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 16 Mei 2018, Kepala Kebijakan Publik Facebook, Ruben Hattari, meminta pengguna Facebook untuk melaporkan unggahan yang berisi paham radikalisme yang bisa memicu tindakan terorisme.
Pengguna bisa memanfaatkan tombol pilihan yang berupa tiga titik di pojok kanan setiap unggahan. “ Mau komentar, gambar, postingan video itu bisa dilaporkan,” kata Ruben di Jakarta.
Cara yang kedua, kata dia, pengguna bisa melaporkannya melalui jalur yang telah disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
“ Kami adalah platform yang sebenarnya tidak ada ruang untuk adanya kekerasan. Kalau kami temukan konten yang melanggar standar, pasti akan kami turunkan,” kata Ruben.
Facebook akan serius menanggapai laporan dari masyarakat. Pihaknya juga aktif bekerja sama dengan pemerintah untuk memberantas penyebaran konten negatif di dunia maya.
“ Kami melakukan tindakan berdasarkan laporan-laporan yang kami terima. Kalau waktu (seberapa cepat tanggapan Facebook) terhadap laporan yang masuk, bayangkan saja ada berapa laporan yang kita terima setiap hari. Ada miliaran pengguna kita,” kata Ruben. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya