Gaya Dirut KAI Pantau Banjir di Depo Kereta Tuai Cibiran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 Januari 2020 17:24
Gaya Dirut KAI Pantau Banjir di Depo Kereta Tuai Cibiran
Kenapa, ya?

Dream – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI, Edi Sukmoro, menjadi sasaran perundungan warganet. Pemicunya diakibatkan cara peninjauan yang dilakukan Edi di Dipo Bukit Duri, Jakarta, pada Kamis 2 Januari 2020.

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat 3 Januari 2020, saat itu, Edi yang didampingi Dirut PT KAI Commuter Indonesia (KCI), Wiwik Widayanti dan jajarannya, berkunjung ke Dipo KRL Bukit Duri yang kebanjiran. Edi mencari solusi agar dipo ini bisa berfungsi kembali.

Ada yang menarik saat kunjungan. Edi yang berbaju dinas dan bersepatu boots kuning ini menggunakan perahu getek yang berkursi saat mengikuti genangan air. Padahal, genangan air hanya sebatas betis.

“ Beneran ini dirut KAI? Kalau beneran, tolong Pak @erickthohir jajarannya dibenahi. Malu-maluin banget, Paaak. Nggak usah inspeksi kalau nyusahin begini. Saya yang nggak kena musibah aja kesel lihatnya, apalagi yang kena musibah,” cuit @Umifarid71.

 Gaya dirut KAI tinjau banjir di Dipo KRL Bukit Duri. (1)© Akun Twitter @Umifarid71.

“ Nggak nahan buat share, monmaap,” cuit @alvin6177.

 Gaya dirut KAI tinjau banjir di Dipo KRL Bukit Duri. (2)© Akun Twitter @alvin6177

 

1 dari 2 halaman

Tanggapan Dirut KAI

Edi angkat bicara tentang viralnya cara meninjau dipo KRL. Dia mengaku tak berpikiran macam-macam dan ingin membuat angkutan kereta api kembali normal dan bisa diandalkan. 

" Saya tidak punya pikiran macam-macam yang penting kita menormalkan kembali supaya bisa diandalkan," kata Edi dikutip dari Merdeka.com yang melansir Antaranews. 

Dia hanya ingin memastikan kondisi fasilitas kereta api baik-baik saja. Dikatakan bahwa perhatiannya tak hanya berlaku pada satu titik. 

" Intinya gini lah kami ini betl-betul ingin melihat kondisi fasilitas KA yang memang pada saat ini bukan cuma satu titik, tapi di beberapa titik itu tergenang air sehingga kita betul-betul prihatin 'concern', harus dilakukan tindakan cepat. Kalau enggak, mungkin kereta yang diparkir di situ malah bukan tidak bisa dioperasikan lagi, malah rusak," kata dia.

Tak hanya itu, Dirut KAI Edi Sukmoro juga menjelaskan saat itu dia harus memperhatikan sejumlah titik, tak hanya di Jakarta namun juga di luar Jabodetabek.

" Tidak hanya satu titik yang harus diperhatikan, termasuk stasiun yang mungkin terdampak seperti ini bukan hanya Daop 1 Jakarta, tapi fasilitas lain, dan saya tidak putus untuk berkeliling kemarinpun," kata Edi.

2 dari 2 halaman

Bangun Posko

Pihak KAI telah mendirikan posko untuk melakukan evaluasi setiap hari. Posko ini bersiaga hingga malam hari. Hal ini telah dijelaskan oleh Edi.

Saat ini belum diketahui berapa kerugian yang ditimbulkan akibat lintasan dan rel kereta api yang terendam banjir. Dirut KAI Edi Sukmoro menjelaskan untuk melakukan evakuasi kepada orang-orang terdampak dulu, baru menghitung kerugian.

" Kalau hitungan pasti gampang, tetapi pasti sekarang tidak memikirkan hitungan dulu, bagaimana caranya melakukan evakuasi orang-orang terdampak. Kemudian memperbaiki jalu yang pada saat ini perlu diperiksa dulu kalau terjadi sesuatu, perbaikan dilakukan dulu," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon, Merdeka.com, Twitter)

 

Beri Komentar